- Rupanya Australia sudah terlalu salah menilai Indonesia dalam posisi
yang selalu dapat dipermainkan. Pernyataan Perdana Menteri John Howard
yang memahami kemarahan Jakarta terhadap pemberian visa bagi 42 warga Papua,
bagaimanapun "sangat tidak diplomatis", karena berarti sudah
memperhitungkan akibat-akibat dari tindakan tersebut. Adapun statemen Menteri
Luar Negeri Alexander Downer bahwa kemarahan Indonesia sudah diperkirakan
tetapi hanya akan berlangsung beberapa saat, jelas menggambarkan Australia
salah baca terhadap peristiwa yang sekarang terjadi. Dalam perkiraannya,
ujung-ujungnya sikap Indonesia akan menyurut lalu "mengalah".
|
 |
- Undang-undang yang mengatur tentang masalah ketenagakerjaan sangatlah
sensitif. Wajar bila sekarang mulai ramai kembali dengan adanya rencana
revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pro dan
kontra mencuat dan bila tidak segera diantisipasi akan memicu gelombang
unjuk rasa besar-besaran. Sekarang pun sudah mulai muncul demonstrasi buruh
menentang revisi UU tersebut. Apalagi yang dipertentangkan kalau bukan
perbedaan kepentingan antara pengusaha dan pekerja. Masalah yang selalu
muncul dan tak pernah selesai. Namun tetap tak boleh dibiarkan karena akan
mengganggu iklim investasi.
|
 |
SEJAK Repelita 1 kebijakan pemerintah dalam meningkatkan mutu,
relevansi, dan efisiensi sistem pendidikan dilakukan dengan penyempurnaan
kurikulum. Penyempurnaan itu diorientasikan pada kebutuhan dan keadaan
lapangan kerja. Kurikulum yang pertama kali digunakan Kurikulum 1950, kemudian
diganti dengan Kurikulum 1958.
|
 |
TAK mudah menepis anggapan Kongres Sastra Jawa (KSJ) merupakan
tandingan Kongres Bahasa Jawa (KBJ). KSJ II yang akan dihelat di Semarang
30 Juni - 2 Juli 2006 telanjur dikesankan secara oposisional dengan KBJ
IV yang akan digelar 5 - 10 Juli 2006.
|
 |
Saya memberi masukan/usul kepada Pemkot, bahwa Jl Saputan Raya Semarang
sering membingungkan bagi yang mencari alamat tertentu (Pak Pos). Di samping
nomor rumahnya dobel (kembar), tidak urut juga jalannya ramai tapi sempit
berkelak-kelok serta rusak.
|