logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 27 Maret 2006 BANYUMAS
Line

Peluncuran Suara Banyumas

Roh Orang Banyumas Suka Dablongan

PURWOKERTO - Roh orang Banyumas itu suka dablongan. Artinya, suka bercanda dengan kata-kata yang menggelitik. ''Canda kata itu, kalau bisa muncul di koran ini dalam bentuk judul berita. Kalau bentuk dablongan itu diangkat dalam berita, akan menjadi ciri khas Suara Banyumas,'' ungkap Ketua Dewan Kesenian Daerah Banyumas Bambang Set saat peluncuran Suara Banyumas di Hotel Dynasty, Purwokerto, Sabtu (25/3).

Peluncuran itu menarik perhatian para tokoh masyarakat, guru, kaum perempuan, seniman, dan budayawan. Meskipun semua bupati di wilayah eks Karesidenan Banyumas diundang, tidak ada yang hadir. Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko mengucapkan selamat melalui telepon. Bupati Banyumas Aris Setiono mengirimkan Asistem Ekonomi dan Pembangunan Didi Rudwianto untuk mewakilinya. Bupati Cilacap mengutus Kabag Humas Widjonardi.

Sebuah koran yang menarik, menurut pandangan Bambang Set yang juga penyair Banyumas itu, bukan hanya dapat menampung semua aspirasi masyarakat tempat koran itu terbit. Yang lebih penting lagi, harus mampu menjadi tempat bercanda ria masyarakatnya.

Pesan itu tampaknya selaras dengan rencana Suara Banyumas mengangkat novel karya Ahmad Tohari yang disajikan dalam bahasa banyumasan dengan judul Jegingger (Ayam Hutan).

Novel itu merupakan terjemahan karya Tohari dari Bekisar Merah. Jegingger adalah novel kedua sastrawan Banyumas itu yang diterjemahkan ke dalam bahasa ibunya. Cerita bersambung itu muncul di Suara Banyumas mulai 1 April.

Tidak Naik

Permintaan agar warna lokal Banyumas lebih menonjol di Suara Banyumas juga disampaikan dramawan Saeran Samsidi.

''Saya akan membanjiri koran ini dengan tulisan-tulisan saya yang bercengkok banyumasan.''

Dosen Fakultas Hukum Unsoed Hibnu Nugroho SH MH meminta, dengan munculnya Suara Banyumas harga langganan koran ini tidak naik. Halaman daerah lain, seperti Muria, Solo, Semarang, Pantura dan Kedu-DIY mohon dipertahankan agar pembaca di Banyumas bisa mengakses berita luar kota.

Wapemred Suara Merdeka Amir Machmud NS saat menanggapi usulan itu mengemukakan, Suara Banyumas akan dekat dengan komunitas daerah itu dengan menampilkan rubrik ''Tamu'' untuk mendukung berita dengan isu yang paling hangat. ''Suara Inyong'' berisi dialog interaktif dengan pembaca. Juga, ada ''Kepriwe'' untuk menampung SMS pembaca.

Nama Sungai Serayu juga diabadikan di halaman Suara Banyumas. Rubrik ini akan diisi dengan artikel seni-budaya dan denyut kehidupan masyarakat Banyumas, seperti kegiatan olahraga dan sosial.

Potensi olahraga Banyumas, ujar Amir Machmud, relatif besar. Itu terbukti dengan keberhasilan kontingen daerah tersebut menjadi juara Porda 2005 di Semarang. ''Berita-berita olahraga perlu mendapat porsi yang layak sesuai dengan potensi daerah ini.''

Menjawab pertanyaan Hibnu Nugroho, Wapemred mengungkapkan, harga langganan Suara Merdeka masih tetap. Halaman daerah lain masih dipertahankan, tujuannya agar pembaca di Banyumas bisa mengikuti perkembangan di seluruh Jawa Tengah. (in,G22, shs-55j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA