SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Rabu, 22 Maret 2006

- Itulah antara lain ungkapan yang tertulis di kaus awak angkutan yang melakukan aksi mogok di empat pelabuhan Senin lalu. Mereka memprotes Surat Keputusan Menteri Keuangan tentang Jasa Bidang Angkutan Umum di Darat dan Air yang Tidak Dikenai Pajak. SK Menteri Keuangan No 527/KMK.03/2003 tentang Pengenaan PPN 10 Persen terhadap Jasa Angkutan Barang dan Penumpang itu ditolak pengusaha angkutan yang tergabung dalam Organda. Mereka mogok di empat pelabuhan bongkar-muat, yakni Belawan Medan, Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Emas Semarang, dan Tanjung Perak Surabaya. Pemogokan selama sehari itu mengakibatkan kerugian hingga sekitar Rp 172,9 miliar. Akhirnya berhenti setelah pemerintah merevisi SK tersebut.

- Tepat atau tidak tepat aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) bergabung ke partai politik, pernah menjadi wacana, tetapi belum menjadi fenomena signifikan bagi sebuah perubahan, setidak-tidaknya dari pengalaman sejauh ini. Hal yang sama juga terjadi pada akademisi atau pengamat yang memasuki wilayah praktis, baik di lingkup birokrasi pemerintahan maupun sebagai politikus. Wacana tersebut, kalau kita simpulkan, pada hakikatnya lebih merupakan penyemburatan harapan, karena aktivis LSM dan akademisi - secara ideal - pada umumnya masih membawa spirit nilai-nilai etis untuk bertindak lewat pernyataan-pernyataan ataupun aksi-aksi yang "netral", steril dari vested interest.

AKSI menolak kehadiran Freeport kembali terjadi, belum lama ini. Aksi ini merupakan kelanjutan dari protes yang terjadi menjelang akhir bulan lalu. Yakni bentrokan yang terjadi antara penambang liar dan pihak keamanan Freeport di Tembagapura-Papua.

Tanggal 6 Maret 2006 pukul 19.00 putri saya 11 bulan atas rujukan dokter H Muhadjir, opname di RS Permata Bunda Purwodadi ruang VIP Dewi Kunti karena muntaber. Yang saya sesalkan, terhitung sejak masuk IGD sampai keesokan harinya hanya mendapat perawatan dari tenaga perawat saja.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA