SUARA MERDEKA
 
INDEKS INTERNASIONAL Rabu, 22 Maret 2006

BANGKOK - Demo anti-Thaksin terus berlanjut. Selasa kemarin, ribuan pengunjuk rasa Thailand bergerak melalui distrik bisnis utama Bangkok di Jalan Silom, menyerukan pengunduran diri PM Thaksin Shinawatra. Demonstrasi itu digelar saat Komisi Pemilihan menyatakan tidak bisa menunda pemilihan dipercepat yang dijadwalkan 2 April mendatang.

NEW YORK -Dampak harga minyak dunia yang terus naik mulai memengaruhi operasi militer Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Puluhan ribu kendaraan militer, kapal-kapal dan pesawat terbang AS sangat rakus mengonsumsi bahan bakar. Kenaikan harga minyak membuat Pentagon makin kesulitan mempertahankan operasi tersebut.

WASHINGTON - Mata-mata memang ada di mana-mana. Bahkan, seorang menteri pun ternyata nyambi sebagai agen spion. Di masa sebelum perang Irak, menteri luar negeri ketika itu Naji Sabri adalah seorang mata-mata bayaran Dinas Intelijen Amerika (CIA). Demikian diberitakan ''NBC Nightly News'' Selasa kemarin.

GAZA - Israel membuka kembali lalu lintas barang ke Gaza, Selasa kemarin, setelah ada tekanan internasional. Tentara Israel membiarkan truk-truk bermuatan tepung, beras, dan minyak goreng melewati perbatasan itu.

BAGDAD - Gerilyawan menyerbu sebuah kompleks pengadilan dan penjara di Kota Muqdadiyah, sebelah utara Bagdad, Selasa kemarin. Serangan itu menewaskan sedikitnya 17 petugas polisi dan seorang penjaga keamanan pengadilan.

KATHMANDU - Tentara Nepal memburu gerilyawan maois di daerah pegunungan, Nepal utara, Selasa kemarin. Sebelumnya, para gerilyawan itu menyerang kantor-kantor polisi. Dalam serangan itu, sedikitnya 33 orang tewas.

KANDAHAR - Malang benar nasib bocah perempuan ini. Dia dipaksa menikah saat usianya baru empat tahun. Selama bertahun-tahun, hidupnya penuh dengan penyiksaan. Sampai akhirnya dia kabur untuk menyelamatkan diri dari cengkeraman jahat keluarganya.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA