logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 22 Maret 2006 SALA
Line

Lagi, Korban DBD Meninggal

KARANGANYAR - Di tengah upaya Pemkab Karanganyar memberantas tuntas demam berdarah dengue (DBD) penyakit itu kembali menelan korban. Tori Ruriyanti (10), kemarin pagi, meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di RSUD Kartini Karanganyar dan RSUD Dr Moewardi Solo akibat penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegepty tersebut.

Suma (4) saudara sepupu almarhumah juga dirawat di RSUD Dr Moewardi akibat penyakit yang sama. Kedua bocah tersebut tinggal di rumah yang bersebelahan di Desa Manggung RT 3 RW 7 Kecamatan Karanganyar. Suma cepat tertangani sehingga nyawanya tertolong.

Berarti sejak Januari hingga kini tercatat dua korban DBD meninggal dunia, yakni Tori dan Muhammad Fatahillah Zulfikar yang mengembuskan napas terakhir sepekan lalu.

''Awalnya ia demam. Lalu kami bawa ke dokter. Katanya cuma panas biasa. Namun karena tak kunjung membaik Jumat 17 Maret kami bawa ke RSUD Kartini,'' ujar Agus Darwanto ayah Tori, kemarin.

Tori dirawat dua hari di rumah sakit itu setelah dipastikan terkena DBD. Pihak rumah sakit angkat tangan atas kondisinya sehingga keluarga membawa ke RSUD Dr Moewardi Solo, Minggu 19 Maret.

Saat dibawa ke Solo kondisi Tori nyaris dengue shock syndrome (DSS) atau memasuki fase terparah penyakit DBD.

Siswa kelas tiga SD itu dirawat beberapa hari, namun kemarin sekitar pukul 05.00 nyawanya tak tertolong. Jenazahnya dimakamkan siang harinya di pemakaman umum Desa Manggung.

Saat pemakaman, kedua orangtua Tori dan neneknya tak kuasa menahan kesedihan. Beberapa kali Paryanti ibu Tori tak sadarkan diri.

Salah seorang paman korban mengemukakan, sebelum dibawa ke rumah sakit Tori terlihat sehat. Bahkan saat demam bocah itu tak memperlihatkan gejala terkena DBD. Dokter umum yang memeriksa tidak menyatakan terkena DBD.

Setelah jatuh dua korban DBD, warga Desa Manggung secara swadaya melakukan pengasapan atau fogging.

Sumarno, salah seorang warga mengemukakan, langkah itu dimaksudkan sebagai antisipasi agar tak lagi jatuh korban DBD.

Beberapa teman sekolah almarhumah yang hadir dalam pemakaman menyatakan Tori anak periang. Berkali-kali gadis kecil itu mengungkapkan cita-citanya menjadi dokter.

Bupati Rina Iriani dan Wakil Bupati Sri Sadoyo juga menghadiri pemakaman Tori. Wakil Bupati membantah korban DBD kembali jatuh akibat kelambanan Dinas Kesehatan mengantisipasi.

''Kami segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah antisipasi,'' tegasnya. (G18-27v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA