| Rabu, 22 Maret 2006 | NASIONAL |
TDL Batal Dinaikkan
JAKARTA- Masyarakat boleh bernapas lega. Rapat kabinet yang dipimpin langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Selasa (21/3) sore, akhirnya mengurungkan rencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL). Namun sebagai gantinya, Presiden minta masyarakat dan kalangan industri lebih hemat dalam pemakaian energi listrik, karena pasokannya sangat terbatas. ''Kita tidak akan menaikkan tarif listrik tahun 2006 ini,'' kata Presiden dalam jumpa pers yang digelar usai rapat. Ikut mendampingi, Wapres Jusuf Kalla, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Meneg BUMN Sugiharto, dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Presiden menyebut masih lemahnya kondisi daya beli masyarakat, terutama pada tingkat paling bawah menjadi pertimbangan mengapa pemerintah urung menaikkan TDL. Selain itu, sektor riil dan industri masih dalam tahap pemulihan setelah terkena dampak kenaikan harga BBM Oktober lalu. Dia mengaku, hasil pertemuan dan rekomendasi Komisi VI DPR ikut menjadi pertimbangan pemerintah membatalkan kenaikan TDL. Soal besar subsidi yang diperlukan sebagai kompensasi tidak dinaikkannya TDL, Presiden mengaku pemerintah sebenarnya sudah punya ancar-ancar. ''Sudah ada ancar-ancar angkanya. Tapi lebih bagus nanti. Setelah melakukan pertemuan dengan DPR akan kita sampaikan,'' katanya. |