logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Maret 2006 KEDU & DIY
Line

Satu Formasi Guru Olahraga SD Kosong

TEMANGGUNG- Setelah sempat ditunda sehari, akhirnya pengumuman hasil ujian CPNS 2005 untuk tenaga honorer Kabupaten Temanggung diumumkan Sabtu siang (18/3), di Kantor BKD setempat. Dari pengumuman tersebut tercatat satu formasi guru olahraga SD kosong dan tiga formasi guru diisi oleh guru honorer yang selama ini mendapatkan gaji bersumber dari non-APBN/APBD.

Untuk guru olahraga SD sebetulnya ada dua formasi yang dibutuhkan. Namun para peserta ujian dari guru honorer, hanya seorang yang memenuhi syarat. Guru honorer itu pun gajinya bersumber dari non-APBD/APBN. Dua formasi lagi yang juga diisi oleh guru honorer dengan gaji dari sumber lain (non-APBD/APBN) adalah guru bahasa Jawa SMP dan guru bimbingan konseling (BK) SMP.

''Karena dari guru honorer yang gajinya bersumber dari APBD atau APBN tidak ada yang memenuhi syarat, maka untuk mengisi formasi tersebut diambilkan honorer yang bergaji dari sumber lain,'' ungkap Ketua Pelaksana Ujian CPNS 2005, Tri Marhaen Suhardono, Sabtu (18/3) lalu.

Dia mengatakan, syarat yang tidak dipenuhi adalah Pasal 3 ayat 2 PP 48/2005, tentang klasifikasi batasan usia dan masa kerja dari honorer. Yakni untuk pelamar honorer usia 35 tahun, masa kerja paling kurang lima tahun. Untuk umur 40 tahun maka masa kerja paling kurang 10 tahun, serta usia 46 tahun harus sudah mengabdi 20 tahun.

Awalnya, honorer yang tidak memenuhi kriteria klasifikasi tersebut tidak diperkenankan mengikuti ujian CPNS. Namun, kemudian beredar faksimile dari Gubernur No 810/5565 akhir Januari lalu. Selain itu juga menyikapi dialog Menpas di Metro TV pada 26 Januari. Kedua hal itu intinya ialah semua honorer boleh mengikuti ujian CPNS tanpa memperhitungkan usia ataupun lamanya bekerja.

''Meskipun mereka dapat mengikuti ujian -karena terbentur ketentuan PP tersebut- akhirnya mereka tidak dapat lolos juga,'' katanya.

Dia menuturkan, meski pada Jumat (17/3) lalu telah menerima lembar pengumuman hasil ujian tenaga honorer, belum berani mengumumkan. Sebab, terdapat beberapa ketidaksesuaian yang harus diralat, seperti usia dan masa kerja yang tidak memenuhi syarat tetapi dinyatakan lulus. Ada pula formasi yang kurang atau bahkan tidak muncul sama sekali.

Dari tenaga honorer yang melihat pengumuman di BKD tampak beberapa yang sempat bingung. Hal itu dikarenakan adanya perbedaan data di lembar pengumunan dengan yang telah mereka akses di internet. (H24-55s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA