logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 12 Maret 2006 OLAHRAGA
Line

Menang, Suporter PSIM Konvoi

YOGYAKARTA - Pelatih PSIS Sofyan Hadi bernapas lega setelah anak-anak asuhnya pada pertandingan tanpa penonton, mengandaskan Semen Padang 2-0. Pertandingan itu merupakan lanjutan Kompetisi Liga Djarum Indonesia (KLDI) XII di Stadion Mandala Krida, Sabtu (11/3) petang kemarin.

Gol tuan rumah itu diciptakan pemain impor Michel Adolfo Sousa pada menit ke-33 dan Seto Nurdiyontoro pada menit 35.

Kemenangan Laskar Mataram itu langsung disambut gembira ribuan suporter yang menyaksikan pertandingan di rumah masing-masing melalui siaran televisi.

Begitu kesebelasannya unggul 2-0, ribuan suporter dari rumah masing-masing langsung mengeluarkan sepeda motor menuju Stadion Mandala Krida. Setelah menyambut pasukan Laskar Mataram keluar stadion, mereka konvoi keliling kota.

Pertandingan yang berlangsung tanpa penonton itu berjalan ketat. Begitu wasit Setiyono membunyikan peluit tanda pertandingan dimulai, Laskar Mataram langsung menekan daerah pertahanan lawan.

Namun gempuran Seto Nudiyontoro dan kawan-kawan itu selalu kandas setelah berhadapan dengan pemain belakang kesebelasan tamu yang dikoordinasi Leonardo.

Dari luar lapangan, Sofyan Hadi terus memberi semangat kepada anak-anak asuhnya. Akhirnya pada menit ke-33, Michel Adolfo Sousa bekerja sama dengan Fadjar Listiantoro bisa menerobos pertahanan Semen Padang. Tembakan Adolfo Sousa akhirnya memaksa Wawan Darmawan memungut bola dari sarangnya.

Unggul 1-0, Laskar Mataram tetap terus melakukan penekanan ke daerah lawan. Dua menit kemudian, tembakan Seto Nurdiyantara menjebol gawang Semen Padang untuk kedua kalinya. Hal itu mengubah kedudukan menjadi 2-0. Kedudukan ini, tidak berubah hingga babak kedua berakhir.

Memasuki babak kedua, anak-anak asuhan Syafrianto mencoba mengubah strategi untuk tampil lebih menyerang. Namun serangan mereka selalu gagal, setelah berhadapan dengan pemain belakang PSIM yang dikoordinasi cukup apik oleh Jaime Sandoval.

Usai pertandingan, Sofyan Hadi kepada wartawan mengaku puas. Sebab, anak-anak bermain baik sesuai dengan instruksi pelatih. ''Untuk mengimbangi permainan Semen Padang, terpaksa Sunday saya tarik agak ke tengah. Dengan demikian, lini tengah lawan terimbangi,'' tandasnya.

Sementara itu, Syafrianto menilai anak-anak asuhnya terlalu asyik menyerang sehingga kurang memperhatikan pertahanan lawan. Karena itu, saat PSIM melakukan serangan balik, anak-anak asuhnya kurang siap meladeni. ''Anak-anak PSIM tampil semangat, mereka memang cukup baik,'' katanya.

Persib Krisis Lagi

Persib ditahan imbang tanpa gol oleh tamunya Sriwijaya FC dalam laga tanpa penonton di Lapangan Pusdikpom, Kota Cimahi, Sabtu. Hasil ini disambut lesu oleh kubu tim berjuluk Maung Bandung itu. Sebaliknya, Tim Wong Kito terlihat bersuka cita begitu laga berakhir.

Bagi Persib, hasil seri ini merupakan kali ketiga yang dibukukan secara beruntun dalam tiga pertandingan terakhir. Dari tiga laga itu, semuanya diakhiri tanpa gol. Hasil itu juga menunjukkan krisis dalam tim kebanggaan Kota Bandung itu belum berlalu sepenuhnya. Ketua Umum Persib, Dada Rosada tidak menampik kondisi tersebut.

Sebenarnya, Persib berpeluang memenangkan laga yang berlangsung kemarin. Peluang terbaik diperoleh saat hukuman penalti diberikan wasit Yesayas menyusul handsball pemain belakang Sriwijaya FC. Sayang, eksekusi striker Zaenal Arief di menit ke-84 secara gemilang diblok kiper Ferry Rotinsulu sambil menjatuhkan badan ke arah kiri.(sgt,dwi-28m)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA