| Minggu, 12 Maret 2006 | OLAHRAGA |
Bonggo: Kreativitas Pemain Jadi PenentuJEPARA - Bonggo Pribadi memberi ''kebebasan'' pemain PSIS Semarang saat menghadapi Persijap Jepara pada lanjutan Kompetisi Liga Djarum Indonesia (KLDI) XII di Stadion Kamal Djunaidi, sore ini. Bonggo, pelatih yang diberikan kewenangan penuh untuk menangangi PSIS selepas ditinggalkan Sutan Harhara, 28 Februari lalu, merendah dengan mengatakan kreativitas pemain saat pertandingan akan menjadi penentu nasib timnya. ''Tidak ada yang perlu kami katakan soal persiapan taktik dan strategi pada pertandingan ini. Sebab, dasar-dasar tentang itu telah didapatkan pemain. Kami hanya menunggu bagaimana para pemain bisa berkreasi pada saat kami benar-benar memberikan kebebasan kepada mereka,'' tutur Bonggo saat memandu latihan timnya di Stadion Kamal Djunaidi, Sabtu (11/3). Pelatih berusia 37 tahun itu memuji Persijap sebagai tim yang tidak mudah dikalahkan dan selalu tampil dengan motivasi tinggi, ketika berhadapan dengan PSIS. ''Kami lebih mewaspadai persoalan motivasi tim lawan ketika bertemu dengan tim kami,'' lanjut dia tanpa mengkhawatirkan faktor dukungan penonton. ''Pemain-pemain kami cukup berpengalaman dan profesional menghadapi tekanan-tekanan dari luar lapangan. Mereka tidak perlu memikirkan apa yang terjadi di tribune, melainkan harus fokus ke pertandingan,'' ujar mantan bek timnas itu. Bonggo sadar betul bagaimana sejarah pertemuan kedua tim pada musim tahun lalu. Saat itu ia masih menjadi asisten Bambang Nurdiansyah. Pada partai persahabatan di Kamal Djunaidi pekan terakhir Februari 2005, kedua tim bermain imbang dengan skor 0-0. Namun di pertandingan resmi ajang babak 32 besar Piala Indonesia, PSIS selalu kalah dengan skor 1-2 (di Jepara) dan 2-3 (di Semarang). Bagaimana dengan rekor tersebut? ''Kami tegaskan, PSIS tidak berpatokan dengan rekor dan sejarah itu. Tim fokus ke pertandingan yang akan berlangsung. Apa pun bisa terjadi dalam pertandingan dan kami menunggu rekor itu segera berhenti. Sekali lagi, kreativitas para pemain akan jadi penentu,'' lanjutnya. Partai Persijap melawan PSIS ini menjadi penting bagi Bonggo yang - barangkali - ingin menunjukkan ia benar-benar mantan asisten pelatih yang sebenarnya memiliki ''pribadi'' pelatih. Apakah ini kesempatan emas sekaligus awal karier masa depannya? ''Secara pribadi, saya menganggap pertandingan ini bagian dari kompetisi dan sangat biasa. Saya tidak bicara karier. Saya hanya mendapatkan amanat untuk mempersiapkan tim sebaik-baiknya dan pemain menyatakan siap,'' tegas dia. (H15-28m) |