| Minggu, 12 Maret 2006 | OLAHRAGA |
Alex BajawaLewat Harry's Gym Incar Mahkota WBOJUARA kelas bulu (57,1 kg) IBO Intercontinental, Alex Bajawa mengaku siap bertarung kembali pertengahan tahun ini untuk meraih impiannya sebagai juara dunia. Alex yang meraih gelar internasionalnya setelah menang angka atas petinju Argentina, Ricardo Arano pada laga 12 ronde di Kutai Kartanegara (Kukar) Golden Gate Arena, akhir pekan lalu, menyatakan ingin mengikuti jejak kompatriotnya, Chrisjon. "Kalau tak ada aral melintang, rencananya Juli ini saya akan menghadapi juara WBO dari Inggris, Scott Harrison. Memang belum pasti, tapi manajemen sedang melakukan pendekatan," katanya. Petinju yang memiliki julukan The Komodo Dragon itu kini berada di Bali untuk beristirahat setelah pertarungan panjang dan melelahkan. Meski demikian, dia mengaku terus menjaga kondisi tubuhnya dengan tetap berlatih di bekas sasana tempatnya bernaung, Mirah Silver Boxing Camp, Denpasar. Alex lahir di Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur dan mengasah kemampuannya di Sasana Mirah. Menganggap Kakak Dia kemudian mengikuti jejak Chrisjon dengan berlatih di Harry's Gym, Perth, Australia. Rekor bertandingnya di arena profesional cemerlang. Saat ini Alex memiliki rekor 35 kali naik ring dan belum terkalahkan. Dia hanya sekali bermain seri dan 15 kali tercatat menang KO. Alex termasuk petinju bergaya fighter sejati. Dia memiliki pukulan keras dan daya jelajah yang tinggi. Beberapa pengamat tinju meramalkan masa depan kariernya cerah. "Saya menginginkan gelar yang lebih bergengsi," tandas pemuda yang lahir 7 Maret 1982 itu. Saat ditanya kemungkinan menantang rekannya, Chrisjon, petinju berusia 23 tahun itu sempat tertawa. "Lawan Chrisjon? Mengapa tidak. Kalau ada promotor yang mau mempertemukan kami, tak ada masalah," katanya. Tapi, Alex buru-buru menambahkan," Chrisjon sudah saya anggap seperti kakak sendiri. Kami berlatih sama-sama, pergi sama-sama. Dia memang seperti saudara kandung bagi saya." Bahkan, untuk kembali berlatih di Australia pun Alex menyebutkan akan menunggu keberangkatan Chrisjon sehingga mereka berdua dapat berangkat bersama. (Abduh Imanulhaq-22) |