| Minggu, 12 Maret 2006 | OLAHRAGA |
"Roh" Van Basten Jadi ModalDI BAWAH polesan Fabio Capello di Juventus, ketajaman Zlatan Ibrahimovic tak hanya diasah pada aspek "fisik" semata. Ternyata pelatih yang pernah menangani Real Madrid itu mengharapkan striker asal Swedia tersebut punya role model yang bisa membuat permainannya lebih menggentarkan lawan. Dengan tinggi badan 1,92 meter, mantan pemain Ajax Amsterdam ini memang punya peran seperti big man dalam sebuah tim bola basket. Posturnya yang jangkung kokoh diharapkan menambah kekuatan penetrasinya. Memang, berbekal skill-nya yang mengesankan, dia lumayan produktif. Tetapi, di mata Capello daya dobrak Ibrahimovich yang begitu berarti di FC Malmoe dan Ajax Amsterdam, belumlah cukup. Majalah Calcio Italia, baru-baru ini, melaporkan pelatih yang telah beberapa kali merasakan trofi juara Seri A ini perlu untuk memasukkan "roh" Marco van Basten ke dalam tipe permainan Ibrahimovic. Secara khusus, striker berusia 24 tahun itu diminta untuk mempelajari gaya permainan mantan personel AC Milan itu. Dia diharuskan untuk menonton rekaman-rekaman video mantan pemain terbaik Eropa itu, karena barangkali Ibrahimovic belum bisa disebut sebagai sosok penyerang ideal. Capello yang pernah menangani AC Milan, rupanya tak bisa melupakan eksplosivitas Van Basten. Grup B Reputasi Van Basten sendiri belumlah luntur, yang dibuktikan dengan kepercayaan KNVB menangani tim nasional Belanda untuk Piala Dunia 2006. Disebut-sebut Johan Cruyff-lah yang menjadi pemberi rekomendasi utama agar jasa Van Basten dipakai menangani Arjen Robben cs. Capello pun punya kekaguman serupa, yang dimanifestasikan dalam bentuk lain. Kini dia seperti tukang sihir yang sedang mengucapkan mantra, "Abrakadabra", untuk memasukkan roh Van Basten pada Ibrahimovic, pemain yang pernah secara terbuka dituduhnya egois dalam salah satu pertandingan di arena Liga Champions. Bekal dari Capello itu tentu saja juga diharapkan dirasakan Swedia dalam Piala Dunia di Jerman, Juni-Juli mendatang. Salah satu negeri Skandinavia itu bergabung di Grup B dengan Inggris, Paraguay, serta Trinidad-Tobago. Dengan pengalaman pernah menjadi finalis (1958) dan peringkat ketiga (1994), Swedia memang terbukti punya tradisi sepak bola yang dalam. Kini dengan pemain-pemain bertalenta tinggi seperti Henrik Larsson yang memperkuat Barcelona, Christian Wilhelmsson yang menjadi tulang punggung Anderlecht di Liga Belgia, serta andalan Arsenal Freddie Ljungberg, jelas keberadaan Ibrahimovic makin membuat negeri ini merupakan kekuatan dahsyat di arena Piala Dunia mendatang. Apalagi, mereka seperti mendapatkan pemanasan dengan bergabung di grup yang relatif tidak berat. (Ananto Pradono-22) Lahir : Malmoe, Swedia, 3 Oktober 1981 Posisi : Striker Tinggi/Berat : 1,92 m/84 kg. Klub : FC Malmoe, Swedia (1998-2001) Ajax, Belanda (2001-2004) Juventus, Italia (2004-sekarang) |