| Minggu, 12 Maret 2006 | NASIONAL |
Zaenal dan Ade Galang Dukungan di Jateng
SEMARANG - Dua calon ketua umum DPP Partai Bintang Reformasi (PBR) menggalang dukungan ke wilayah Jawa Tengah menjelang Muktamar Islah PBR, 22 April, di Bali. Kedua kubu itu, yakni tim sukses Zaenal Maarif dan kubu Ade Nasution. Tim sukses Zaenal Maarif melakukan pertemuan di Hotel Santika, Semarang, Sabtu (11/3). Kedatangan tim sukses Zaenal Maarif dari pusat itu dipimpin Fikri Haekal, putra sulung KH Zaenuddin MZ. Dalam pertemuan tersebut dikukuhkan pula tim sukses Zaenal Maarif tingkat Jateng. Sementara itu, Ade Nasution datang langsung ke Semarang melakukan silaturahmi dengan DPC se-Jateng di Hotel Pandanaran, pada hari yang sama. Menurut Fikri Haekal, pencalonan Zaenal Maarif sebagai ketua umum DPP PBR dan pencalonan KH Zaenuddin MZ sebagai calon ketua Dewan Syura DPP PBR merupakan kombinasi yang bagus. ''Itu merupakan kombinasi yang menarik, yang satu mewakili kubu Pakubuwono, calon lain mewakili kubu Tebet. Jadi, sekarang tinggal mengembangkan,'' jelas dia. Diakuinya, sebelumnya telah terjadi perpecahan di tubuh PBR selepas Muktamar Sahid, di mana muncul PBR kepemimpinan kubu Pakubuwono (KH Zaenuddin MZ), dan kubu Tebet (Zaenal Maarif). Setelah setahun pecah, pada 27 Desember 2005 terjadi islah. Kedua pimpinan dari dua kubu itu sepakat menempuh islah. ''Opini setelah terjadi islah antara KH Zaenuddin MZ dan Zaenal Maarif ternyata cukup bagus. Sebelumnya, tak pernah terjadi dalam sejarah politik di Indonesia, parpol yang sudah berseberangan bisa menyatu lagi. Biasanya, yang satu teruskan partai, sedangkan lainnya membuat partai baru. Hanya PBR yang bisa melakukannya,'' jelas dia. Terhadap pencalonan Zaenal Maarif, dia yang didampingi sejumlah anggota tim sukses mengaku, tidak mau terjebak dalam klaim peta dukungan. Yang jelas, Zaenal Maarif telah melakukan pertemuan dengan kader di Jawa Timur, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Bali, dan sejumlah provinsi lainnya. Anggota tim sukses lainnya,Khaerudin, menilai, sosok Zaenal Maarif merupakan figur yang tepat untuk memimpin PBR pada masa mendatang. Selain orangnya terbuka, kebetulan dia sekarang menjadi wakil ketua DPR, sehingga diyakini akan lebih memudahkan perjuangan PBR di level pemerintahan. ''Zaenal yang berasal dari Solo juga diyakini mampu mendongkrak perolehan suara di Jawa, karena dibandingkan dengan wilayah lain di luar Jawa, perolehan kursi legislatif di Jawa masih kalah,'' papar dia. Sementara itu, kandidat Ade Nasution yang datang langsung ke Semarang untuk menemui DPC se-Jateng menyatakan, dia sudah berkeliling ke Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. ''Insya Allah, pekan depan ke Sumatera,'' tuturnya di Hotel Pandanaran. Kedatangannya ke Jateng untuk menyampaikan visi misi sebelum mencalonkan ketua umum PBR. Menurut dia, di PBR tidak ada lagi ketokohan, karena yang penting ketua umum PBR mendatang adalah yang bisa kerja, membesarkan partai, dan tahu manajemen. Muktamar Islah PBR tersebut akan diikuti 430 DPC dan DPW se-Indonesia. PBR saat ini mempunyai 476 anggota DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta 14 anggota DPR RI, yang kebanyakan dari luar Jawa. (G17-64h) |