logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 SALA
Line

1,2 Juta Dosis Vaksin Dibagikan

KARANGANYAR- Berdasar pemetaan Dinas Pertanian, enam kecamatan di Karanganyar dinyatakan berisiko tinggi tertular Avian influenza (AI). Penularan itu bisa melalui unggas ke unggas atau dari unggas ke manusia. Keenam kecamatan itu adalah Colomadu, Gondangrejo, Jaten, Jumantono, Karanganyar Kota, dan Mojogedang.

Untuk mengantisipasi penyebarluasan flu burung, Dinas Pertanian menyiapkan 1,2 juta dosis vaksin anti-AI untuk vaksinasi massal pada unggas. "Enam kecamatan itu merupakan sentra peternakan dan budi daya unggas. Semua wilayah terus kami pantau. Subdinas Peternakan dan Dinas Kesehatan memantau ekstraketat keenam wilayah itu," ujar Kepala Subdinas Peternakan Dinas Pertanian Widodo Sumantri, akhir pekan lalu.

Widodo menyatakan di Desa Gajahan, Colomadu, beberapa waktu lalu ada 94.540 ekor unggas dipastikan positif tertular flu burung. Vaksinasi massal akan difokuskan ke peternakan rakyat atau nonfarming, peternakan skala kecil, dan pemeliharaan ayam bukan ras.

Karanganyar memperoleh alokasi vaksin dari pusat 600.000 ampul. Vaksin itu bisa digunakan untuk 1,2 juta unggas dan akan diberikan cuma-cuma. Pemerintah juga menyediakan 10.000 l disinfektan konsentrasi tinggi yang harus dicampur air.

Dia menyatakan Dinas Pertanian meminta pengusaha besar tetap memvaksinasi unggas dengan biaya sendiri atau melakukan biosecurity. "Kami sangat mewaspadai peternakan skala kecil dengan unggas antara 500 ekor dan 1.000 ekor. Mereka biasanya kurang memperhatikan vaksinasi lantaran mengira unggas mereka sehat. Padahal, sebenarnya unggas itu rentan tertular AI."

Kepala Dinas Kesehatan Ninik Sri Hartati mengemukakan, 1.660 pekerja peternakan rentan tertular AI dari unggas. Jumlah mereka berdasar pendataan beberapa waktu lalu. Namun itu belum termasuk rumah tangga yang memiliki peternakan.

Karena itu dia mengimbau unggas tak dibiarkan bebas berkeliaran. Kandang sebaiknya tidak ditempatkan di dekat pusat kegiatan keluarga, seperti kamar. Mereka juga wajib memperhatikan kebersihan.

"Kami prihatin karena ada rumah tangga memelihara unggas cukup banyak dan kurang memperhatikan kualitas lingkungan. Padahal, virus AI kemungkinan berkembang di lingkungan tidak bersih," ujarnya. (G18-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA