| Senin, 06 Maret 2006 | SALA |
Ratusan Ribu Ekor Unggas DibasmiBOYOLALI- Ratusan ribu ekor unggas di Desa Juruk, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Minggu kemarin dimusnahkan menyusul menjalarnya virus flu burung. Depopulasi yang disaksikan Bupati Drs H Sri Moeljanto itu disambut antusias oleh warga masyarakat. Sebagian besar masyarakat mempunyai kesadaran cukup tinggi, sehingga mereka langsung menyerahkan unggasnya untuk dimusnahkan. Namun, tidak sedikit warga yang menyembunyikan unggasnya karena masih menyayangi. Karena itu, beberapa pemuda terpaksa melakukan sweeping dari rumah ke rumah dan begitu ada unggas langsung diserahkan kepada petugas. Beberapa warga juga terlihat kucing-kucingan dengan petugas. "Saya bisa memaklumi ada warga yang eman-eman unggasnya dimusnahkan. Tetapi harus disadari virus flu burung sangat membahayakan keselamatan manusia," kata salah seorang petugas. Bupati dalam keterangannya menyatakan penghargannya kepada masyarakat yang telah rela mengorbankan hewan unggas. Untuk pembasmian memang diperlukan kesadaran, sehingga semua dapat berjalan lancar. Sebagai langkah pencegahan, daerah atau desa yang rentan kemunculan virus diminta membuat posko. Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial (DKS), dokter Syamsudin MKes mengatakan, untuk mengetahui sejauh mana virus flu burung menjalar kepada manusia, pihaknya telah melakukan pemetaan daerah rawan di Desa Juruk. Selain itu, sebagian warga diambil sampel darah dan usap tenggorokan. Petugas akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan serta melakukan pencarian warga yang menderita gejala panas, sesak nafas, dan batuk. "Kami juga membuka posko di DKK yang bisa diakses setiap saat," katanya. Pemakaman Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, dokter hewan Djoko Waluyo, pembasmian unggas untuk sementara hanya berlangsung di daerah endemis atau rawan kemunculan virus flu burung. Untuk Dukuh Karang Kidul, Desa Juruk, pihaknya menaruh perhatian khusus karena daerah endemis. Selain itu, ada warga yang diduga terjangkiti virus tersebut. "Karena itu, kami melakukan pembasmian," katanya. Sebagaimana diketahui, kakak-beradik Hanifah (12) dan Nanda Kurniawan (10), yang merupakan pasien suspect flu burung adalah warga Dukuh Karang Kidul, Desa Juruk, Kecamatan Mojosongo. Kedua kakak-beradik itu akhirnya meninggal dengan gejala panas, sesak nafas, dan batuk seperti pasien yang positif terjangkit virus flu burung. Sementara itu, jenazah pasien suspect flu burung Cahyono (10), warga Dukuh/Desa Senggrong, Kecamatan Andong, Minggu dini hari sekitar pukul 00.30 dimakamkan di perkuburan desa setempat. Korban meninggal Sabtu (4/3) pukul 18.15, setelah menjalani perawatan sehari di ruang isolasi Bangsal 2 RS Dr Moewardi, Solo. Camat Andong Ahmad Qowim Suroso SIP mengatakan, pemakaman sengaja dilakukan tengah malam atau dini hari untuk menghindari hal-hal yang rawan. Selain itu lebih efektif dan tidak perlu menunggu esok hari. Warga masyarakat tampak biasa-biasa saja, tidak panik atau khawatir. "Sebelumnya petugas sudah melakukan penyuluhan," ujar dia. Petugas Puskemas Andong telah mengambil sampel daerah dari beberapa warga di Dukuh Senggrong. Selain itu juga dibuka posko.(shj-55s) |