| Senin, 06 Maret 2006 | RAGAM |
Telat Mendapatkan JodohTanya: Alhamdulillah saya seorang wanita, lulusan S2, telah mempunyai pekerjaan yang mapan, yaitu bekerja di sebuah Universitas. Pekerjaan tersebut saya dapatkan dengan cukup lancar. Namun, sampai saat ini saya belum mendapatkan jodoh, padahal dari segi umur saya termasuk telah memenuhi, hal ini menjadikan saya resah, sebab umur saya yang semakin tua. Di sisi lain lingkungan sosial saya menjadi semakin minder dengan saya. Bagaimana saran Prof. Amin, dan adakah doa yang khusus untuk didekatkan dengan jodoh saya. DS Purworejo Jawab: Saudara DS, perlu diketahui pada dasarnya Islam itu adalah ajaran spiritual dan moral yang didasarkan pada kesadaran manusia sebagai hamba Allah, maka mana yang menjanjikan kebaikan bagi manusia tentu lebih diunggulkan. Karenanya dalam memilih jodoh juga seharusnya berdasarkan pertimbangan yang matang akan kemaslahatan dari berbagai aspek, tidak hanya dari pihak calon suami dan istri saja, namun juga harus mempertimbangkan aspek keluarga, sosial, dan (yang lebih penting) agama. Masalah pemilihan pasangan merupakan hal yang penting sebab ia adalah pondasi pertama dari bangunan sebuah rumah tangga.Karenanya harus kukuh dan tahan uji. Sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan status saja, sebab memilih jodoh pada dasarnya adalah hak laki-laki maupun perempuan, keduanya dianjurkan setara, cocok dan serasi dalam latar belakang budayanya (kafaíah), hal ini untuk menjaga agar bangunan rumah tangga yang akan diarungi tetap terjaga keutuhannya, Disyaratkan fondasinya harus kukuh dikarenakan: pertama, perkawinan merupakan suatu yang suci, bagian dari bentuk ibadah kepada Allah SWT, karenanya perkawinan merupakan bagian dari perjalanan spiritual, tidak berdasarkan nafsu. Kedua, perkawinan dalam aktualisasinya akan diuji oleh sejarah, sejauhmana komitmen dan kepandaian memenej rumah tangga dari kedua belah pihak dalam mengarungi bahtera kehidupan, Ketiga, perkawinan adalah sebuah wahana yang penuh Rahmat Allah SWT.Artinya kasih-sayang Allah akan semakin bisa dirasakan dalam perjalanan rumah tangga, untuk hal ini masing-masing dari setiap keluarga pengalamannya berbeda-beda. Dari ketiga aspek tersebut diatas menunjukkan bahwa perkawinan merupakan sesuatu yang abadi, kebersamaannya bisa dilanjutkan di akhirat kelak. Karenanya dalam Alquran, dalam memilih jodoh lebih menekankan pada dimensi yang abadi, yaitu tauhid. Sedangkan harta, pekerjaan dan fisik adalah sesuatu yang relatif ia hanya menjadi penunjang saja. Di sini perkawinan bukan hanya masalah kontrak sosial, pemenuhan seksual ataupun memperkuat jaringan ekonomi. Namun alquran menganjurkan rumah tangga harus berorientasi ke surga dan ampunan Allah SWT. Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (Q.S al-Baqarah. 2: 221) Karena itu, semestinya tidak ada istilah telat menikah. Yang ada adalah diberikan kesempatan untuk berikhtiar yang lebih longgar, sebab manusia itu bermacam-macam karakter dan kepribadiannya, anda dipersilahkan untuk memilih yang sesuai dengan visi dan prinsip kehidupan anda, karenanya, semakin usia anda matang tidak semakin bersikap gampangan atau asal-asalan. Namun mempunyai orientasi membangun rumah tangga yang berkualitas, dimana salah satu caranya adalah dengan memper-siapkan diri menjadi ibu sekaligus istri yang shalihah, hal ini dikarenakan dari berbagai macam corak kepribadian manusia, masing-masing akan mencari pasangannya yang sesuai dengan kepribadian mereka, selera seseorang bisa ditentukan oleh kepribadian asal seseorang, perempuan yang baik-baik tentu akan diminati oleh laki-laki yang baik, sebaliknya, perempuan yang kurang beradab tentu akan disenangi oleh laki-laki yang tidak beradab, begitu seterusnya (sebagaimana firman Allah QS 24: 26) Karenanya sudah semestinya kita harus selalu berdoía. "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa. (al-Furqan; 74). Kemudian tentang usaha mendapatkan jodoh, anda bisa membaca Surah al-Anbiyaí (21) ayat 89 sebanyak 21 X setelah selesai shalat fardhu. (11) Bagi yang berminat dengan rubrik ini, kirimkan surat ke alamat Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo, d/a LPK2 (Lembaga Pengembangan Keagamaan dan Kemasyarakatan) dan Lembkota Jl. Boja Km 1, Ngalian Semarang, Telepon (024) 70124706. Di atas sebelah kiri amplop ditulis "Interaktif Tasawuf" |