logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 PANTURA
Line

Tanggul Pengaman Sungai Ambrol

  • 28 Rumah Terendam Air

BUMIAYU- Hujan deras yang mengguyur wilayah Brebes selatan Sabtu lalu (4/3), menyebabkan tanggul pengaman tebing sungai Cigunung di Desa Salem, Kecamatan Salem, Brebes kemarin sore sekitar pukul 17.00 ambrol diterjang banjir.

Akibatnya, sekitar 28 rumah dan tambak perikanan rakyat di desa itu terendam air. Air bah juga menggenangi 46 hektare lebih sawah yang ditanami padi. Genangan air di perkampungan rumah penduduk Desa Salem sekitar 50 sentimeter, sedangkan di persawahan sekitar satu meter, sehingga tanaman padi yang siap panen diperkirakan akan gagal panen.

Di tempat terpisah, yakni di Desa Bentarsari, Kecamatan Salem, pondasi jembatan Ganggawang tak kuat menahan besarnya aliran sungai Cigunung. Akibatnya, pondasi berdiameter atas tiga meter dan bawah lima meter tergerus dan nyaris ambrol.

Kondisi itu menyebabkan jembatan Ganggawang sementara ini tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Penduduk dari desa itu yang akan ke ibu kota Kecamatan Salem harus memutar dengan jarak tujuh kilometer.

''Sejak Sabtu malam saya tidak bisa berkendaraan roda empat ke ibu kota kecamatan,'' kata Heri, warga Ganggawang.

Menurut warga kerusakan tanggul dan pondasi jembatan Ganggawang terjadi setelah hujan deras sejak Jumat dan Sabtu siang. Saat itu aliran sungai mendadak naik dan sangat deras.

Tak Mengira

Warga yang ada di sekitar tanggul sungai tak mengira, tanggul akan jembol. Karena itu, mereka tak sempat menyelamatkan harga benda.

''Memang ada beberapa barang rumah tangga yang terendam air, karena air masuk ke rumah. Namun, karena bukan barang elektronik jadi tidak masalah,'' ujar penduduk.

Sedangkan kerusakan tanaman padi yang siap panen, ungkap mereka, sangat diluar dugaan. Sebab, wilayahnya merupakan daerah penunungan. ''Selama ini wilayah itu bebas banjir, tapi namanya musibah tanggul yang diperkirakan kokoh ternyata bisa juga jebol,'' tambahnya.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan (Kesbanglinmas), H Sutriyono SH, mengatakan pihaknya sudah menurunkan petugas untuk melihat dari dekat musibah tersebut.

Menurut dia, musibah tersebut tidak membawa korban jiwa, hanya rumah penduduk, dan lahan pertanian mengalami kerusakan.

Atas musibah itu, dia telah mengusulkan kepada bupati untuk segera ditangani dengan menggunakan dana bencana alam. Sedangkan bantuan untuk warga disiapkan menggunakan dana penanggulangan tanggap darurat.

Menurut dia, untuk membangun kembali tanggul sungai yang ambrol membutuhkan dana sekitar Rp 80 juta, dan pondasi jembatan Ganggawang membutuhkan dana Rp 50 juta.

Karena dua sarana vital tersebut harus segera teratasi, maka kemungkinan besar akan ditangani sesegera mungkin. ''Paling lambat Senin atau Selasa lusa kita akan turun memberikan bantuan kepada korban yang terkena banjir,'' ujarnya.(wh-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA