logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 OLAHRAGA
Line

Trofi Piala Dunia Menginap di Jakarta

JAKARTA- Trofi Piala Dunia, simbol kedigdayaan sepak bola dunia, berada di kota Jakarta selama dua hari pada Minggu (5/3) dan Senin (6/2) ini untuk dipertontonkan kepada masyarakat pencinta sepak bola Indonesia.

Tur simbol salah satu ikon olahraga paling dikenal di dunia ini, merupakan bagian dari perjalanan panjang trofi tersebut untuk dipertontonkan kepada publik 31 kota di 29 negara, menjelang Piala Dunia di Jerman, 9 Juni - 9 Juli mendatang.

"Ini merupakan rangkaian tur trofi asli Piala Dunia selama 100 hari di 31 kota dari 29 negara. Indonesia adalah negara ke-17 dan kota Jakarta merupakan kota ke-19," kata juru bicara FIFA, Emanuael Maradas di Jakarta, kemarin.

Tur ini merupakan kerja sama FIFA dan Coca-Cola. Trofi asli ini akan dipamerkan kepada publik di Semanggi Expo, Senin (6/3). Pengunjung diharuskan memiliki tiket untuk dapat masuk ke tempat acara yang akan digelar dari pukul 10.00 hingga 19.00 itu.

Maradas mengatakan, dipilihnya Indonesia untuk dikunjungi trofi Piala Dunia karena wilayah ini merupakan salah satu anggota FIFA tertua.

Indonesia ketika itu bernama Hindia Belanda, dan pernah berlaga di Piala Dunia 1938.

Ia berharap pecinta bola dapat melihat secara dekat trofi tersebut. Maradas mengatakan, satu penghargaan juga bagi Indonesia di mana Wakil Presiden Jusuf Kalla dapat menyentuh trofi asli itu dalam kunjungan rombongan FIFA ke kantor Wapres di Jakarta, Minggu pagi.

"Ini satu kehormatan bagi Indonesia karena trofi tersebut dapat disentuh wapres yang merupakan simbol dari warga Indonesia," katanya.

Pejabat Ketua Umum PSSI, Agusman Effendi menyatakan bahwa datangnya trofi Piala Dunia ke Indonesia memiliki arti khusus bagi PSSI untuk lebih profesional lagi.

Trofi Piala Dunia berkeliling dari benua Afrika ke benua Amerika mulai dari Brasil, Argentina, Ekuador, Kolombia, Paraguay, Kosta Rika, Meksiko, Tirinidad dan Tobago hingga Amerika Serikat.

Selanjutnya ke benua Asia seperti Singapura, Indonesia, dan China hingga ke Australia dan berakhir di Eropa. (wgm-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA