logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 OLAHRAGA
Line

Kecewa, Marseille Turunkan Pemain Amatir

PARIS- Olympique Marseille hanya mengirimkan tim ''di bawah cadangan'' untuk pertandingan prestisius Liga Prancis melawan Paris Saint Germany di Parc des Princes, Paris. Langkah Marseille itu menimbulkan kecaman, termasuk dari bos Liga Profesional Prancis (LFP), Frederic Thiriez.

Ketua Olympique Marseille, Pape Diouf, membenarkan bahwa klub tersebut akan mengirimkan tim B ke Paris untuk menghadapi musuh bebuyutannya. Dari 16 pemain yang dikirim, hanya tujuh yang merupakan pemain profesional. Tapi dari ketujuh pemain itu, tak satu pun yang pernah menjadi pemain inti. Lebih payah lagi, sembilan pemain lain adalah pemain yang memperkuat Marseille amatir -atau setara Divisi V- Liga Prancis.

Diouf, yang juga meminta para pendukung Marseille untuk tidak pergi ke ibu kota Prancis tersebut, mengatakan ia mengkhawatirkan pemain atau suporternya terbunuh.

"Tim inti Marseille tidak akan pergi ke Paris," kata Diouf kepada saluran televisi Prancis, TFI, Minggu (5/3). ''Jangan bermain dengan mempertaruhkan nyawa."

Bekas juara Eropa itu menuduh PSG menolak menjual sejumlah karcis yang dijanjikan kepada mereka. Selain itu, kursi untuk para pendukung Marseille banyak yang diduduki oleh para pendukung PSG.

"Anda tidak dapat menunggu seorang pria atau anak-anak terbunuh," kata Diouf. "Pertandingan sepak bola tidak ada artinya bila jiwa dipertaruhkan."

Presiden Liga Sepakbola Profesional Prancis (LFP), Frederic Thiriez, telah mendesak Marseille untuk mengirimkan tim terbaiknya ke Paris. Dia mengatakan segala langkah yang mungkin telah diambil untuk menjamin keselamatan maksimum.

PSG pada Sabtu lalu mengumumkan bahwa mereka telah meningkatan langkah keamanan dalam usaha meredakan kecemasan para pengunjung. Tujuh baris kursi akan dibiarkan kosong untuk memisahkan para pendukung PSG dan Marseille. Jumlah personel keamanan yang ditempatkan di bangku penonton juga akan ditingkatkan.

Pertandingan ini sedianya dimulai pukul 20.00 GMT (pukul 05.00 WIB hari Senin), dimajukan empat jam untuk membantu pasukan keamanan. Penonton yang dibatasi hanya berjumlah 48.000 akan digeledah. Sekitar 1.200 polisi akan dikerahkan di sekitar stadion, yang sekelilingnya hanya akan terbuka bagi pemegang tiket.

Pertandingan antara PSG dan Olympique Marseille selalu beresiko tinggi. Seorang pendukung Marseille lumpuh setelah terkena lemparan bangku oleh para hooligan PSG dalam pertandingan antara kedua tim yang saling bersaing tersebut di Parc de Princes tahun 2002. (rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA