logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 OLAHRAGA
Line

Johan: Marquez Lawan Terberat

BANJARNEGARA - Ditemui di rumahnya di Desa Gelang, Kecamatan Rakit, Banjarnegara, seusai menyaksikan pertandingan Chrisjon melawan Juan Manuel Marquez, Sabtu (4/3) tengah malam, Johan Cahyadi tampak cerah. Ayah juara dunia kelas bulu WBA itu menyambut kedatangan sejumlah wartawan yang datang ke rumahnya dengan ramah. Apalagi saat mendapatkan ucapan selamat dari para wartawan atas kemenangan anaknya.

Suasana itu sedikit berbeda dengan saat pertarungan Chrisjon belum dimulai. Dia tampak tegang dan tak bersedia diwawancarai karena harus berkonsentrasi menyaksikan pertarungan wajib bagi anaknya itu. Saat itu dia mempersilakan wartawan untuk datang lagi seusai pertarungan Chrisjon, dan itu ditepatinya.

"Kali ini Chris menemui lawan yang sepadan. Marquez adalah lawan terberat Chris dibandingkan dengan lawan-lawan sebelumnya," ujarnya mengomentari pertarungan anaknya.

Dia menuturkan, petinju Meksiko yang menjadi lawannya kali ini sekalipun lebih tua, masih berbobot. Kecepatan pukulannya, kata dia, benar-benar terbukti mampu merepotkan Chrisjon beberapa kali.

Meski demikian, dia menyatakan tidak terlalu khawartir dengan kelebihan lawannya itu. Sebab, kata dia, biasanya petinju yang pukulannya cepat, bobot pukulannya tidak keras. Namun petinju yang pukulannya tidak cepat, biasanya keras. "Petinju yang pukulannya cepat biasanya bobot pukulannya tidak keras tetapi tepat. Ini yang kerap mematikan lawan," ungkapnya.

Dia menyatakan puas dengan pemilihan lawan yang sepadan untuk Chrisjon. Sebab, jelas dia, melakukan pertandingan dengan lawan yang sepadan itu merupakan sebuah ujian untuk bisa berkembang menjadi lebih baik lagi. Lain jika selalu menang tetapi dengan lawan yang jauh berada di bawahnya.

"Ini memang harus dimenangkan oleh Chris agar jalannya lebih terbuka lagi ke depan. Jika tadi kalah, dia harus merangkak lagi dari bawah dan itu sangat berat," katanya.

Meski demikian, dia sempat mengamati ada perubahan dalam teknik pukulan jab anaknya. Mestinya, kata dia, pukulan jab mendapat dorongan tenaga dari punggung, tidak melulu dari tangan. Dalam pertandingan kemarin, dia tidak melihat itu pada diri anaknya. Justru pukulan upper cut-nya yang banyak terlihat berperan membongkar pertahanan lawan.

"Memang, akhir-akhir ini ada banyak masalah yang dihadapi Chris. Mungkin itu sedikit banyak ada pengaruhnya dalam pertarungan kali ini. Namun saya tetap tidak khawatir meski sempat tegang juga tadi," katanya. (mos-28n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA