logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 OLAHRAGA
Line

Disambut Baik, Terapi Psikologi bagi Pemain

JEPARA - Kapten tim Persijap Evaldo da Silva menyambut baik langkah manajemen untuk mendatangkan psikolog bagi para pemain. Dia menyatakan langkah itu sangat tepat untuk membantu pemain menemukan kembali pribadinya sebagai pemain sepak bola yang penuh motivasi. "Langkah itu sangat bagus dan positif untuk mempersiapkan psikis," katanya.

Pemain berusia 31 tahun itu membeberkan pengalamannya ketika bermain di Brasil, betapa peran psikolog dalam membantu pemain menjadi sangat vital di tengah beratnya kompetisi. "Saya katakan psikolog itu bagian dari pelatih dan amat dibutuhkan," katanya.

Di negaranya, Brasil, kehadiran psikolog menjadi hal biasa di setiap klub besar ataupun kecil. Mereka acap kali memberikan terapi psikologi secara rutin. "Bergantung pada kebutuhan. Jika seorang pesepak bola ada masalah menyangkut psikis, lalu khawatir kondisinya bisa memengaruhi kualitas kerjanya, dan kemudian membutuhkan psikolog, akan dilayani. Demikian juga ketika beberapa atau seluruh pemain membutuhkan terapi psikologi sekalipun, mereka akan dilayani semuanya secara rutin," jelas mantan personel klub Volta Rodonda (Brasil) musim 2003 itu.

Dari Brasil, Evaldo datang ke Kamal Djunaidi pada paro kedua musim kompetisi 2004 dan membela Persijap bersama rekan senegaranya Arilson de Oliviera (kini memperkuat PSIM Yogyakarta) yang setengah musim kompetisi dahulu ada di Jepara. Dalam penyelamannya, Evaldo mengaku menemukan kesamaan-kesamaan masalah yang dihadapi pesepak bola di Brasil ataupun di Indonesia, juga pemain asal negara lain yang bermain di Indonesia. Kejenuhan, masalah pribadi, atau keluarga, relasi dalam tim, hingga tekanan tuntutan prestasi dari fans, klub, pelatih, atau pemain itu sendiri disebut sebagai sederet persoalan yang biasa menghinggapi pemain sepak bola.

"Saya tidak bisa menjelaskan secara terperinci, namun garis besar masalah-masalah psikis itu tetap ada dan bisa muncul kapan pun di tengah kompetisi," lanjut stopper yang telah mencetak dua gol bersama Persijap dalam 10 pertandingan musim ini.

Penggemar gaya Ronaldinho, gelandang Barcelona asal Brasil itu sadar betul bahwa jalan keluar masalah psikis ujungnya ada pada pemain sendiri. Namun, tandasnya, tak semua pemain bisa mengurai secara cermat masalahnya sendiri. "Pemain tetap butuh kawan yang tepat untuk mengurai masalah itu, dan bisa meninggalkan masalahnya menuju stabilitas psikis," katanya.

Menjalani terapi psikis, lanjutnya, setiap pemain mesti terbuka dan tidak menutup-nutupi masalahnya. "Jika pemain terbuka mengungkapkan sejujurnya dan tidak membuat rekayasa, itu akan memudahkan dirinya sendiri, demikian juga bagi psikolog yang menanganinya.

Berdasarkan informasi dari manajemen, terapi psikologi akan dilakukan kepada sejumlah pemain pilar pada awal pekan ini. (H15-28n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA