| Senin, 06 Maret 2006 | OLAHRAGA |
Komdis Akan Bahas Kasus Pemukulan Reporter TV7JAKARTA-Pemukulan terhadap reporter TV7 Nurcahyo oleh seorang ofisial Persikota saat timnya menjamu Persib Bandung, Sabtu lalu, dipastikan akan dibahas Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pada sidangnya, Rabu (8/3) lusa. Untuk itu, Komdis pada Senin (6/3) ini akan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait, termasuk Manajer Persikota Dasuki. "Kita sudah mengagendakan agar kasus itu bisa dibicarakan pada sidang Rabu," kata Ketua Komdis Togar Manahan Nero Simanjuntak, Minggu (5/3) kemarin. Insiden pemukulan terjadi saat seusai pertandingan antara Persikota dengan Persib yang berakhir dengan kedudukan imbang 0-0, Sabtu (4/3) sore di Stadion Benteng, Tangerang. Insiden tersebut bermula dari usaha Cahyo yang coba menahan Dasuki agar tidak melintas di depan kamera milik kru TV7. Saat itu kru TV7 sedang mewawancarai pelatih Mundari Karya. Tiba-tiba Dasuki bangkit dari kursi pemain cadangan dan nyelonong ke arah lapangan. Refleks Dia ingin memprotes kepemimpinan wasit Muklis Alifatoni, yang dianggapnya tidak tegas. Takut akan mengganggu gambar yang sedang direkam, Cahyo menahan manajer tim tuan rumah itu dengan memegang bahunya agar tidak melintas di depan kamera. Dasuki refleks meronta dan mendorong. Namun, tiba-tiba saja seseorang ofisial Persikota yang mengenakan seragam biru kuning memukul Cahyo. Kepada sesama wartawan, Cahyo mengatakan dirinya tidak akan memperpanjang masalah tersebut. Bahkan dia berinisiatif meminta maaf terlebih dulu kepada Dasuki. Namun, saat bersalaman, tiba-tiba saja Syamlani, Ketua Benteng Bersatu -LSM di Tangerang- justru ingin menyerang Cahyo, tetapi digagalkan polisi. Menurut Togar, kasus pemukulan terhadap wartawan yang sedang bertugas meliput pertandingan tidak boleh dibiarkan begitu saja, kendati efek pemukulan tidak sampai menyebabkan luka atau cedera serius. Upaya pemukulan terhadap Cahyo yang sehari-harinya memang bertugas meliput kegiatan sepak bola itu juga disesalkan oleh Ketua Siwo PWI Jaya Kesit Budi Handoyo dan koordinator wartawan peliput sepakbola (PSSIPers), R Wuryanto. "Tindakan itu tidak seharusnya dilakukan oleh seorang ofisial dari sebuah tim besar seperti Persikota," ujar Kesit ketika dilapori adanya upaya pemukulan terhadap salah seorang anggotanya, Sabtu malam lalu. (wgm-22) |