logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 OLAHRAGA
Line

Persiku Gagal Petik Poin Penuh

KUDUS-Gol yang dicetak Rheonald Pietersz pada menit kelima injury time menyelamatkan Persiku dari kekalahan, saat menjamu Perserang Serang di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Minggu kemarin (5/3). Gol itu membuat pertandingan Grup II Kompetisi Divisi I PSSI yang disaksikan 10 ribu penonton tersebut berakhir imbang 2-2.

Sampai awal babak kedua tuan rumah masih tertinggal 0-1. Anak-anak asuhan Warta Kusuma mencetak gol terlebih dahulu lewat tendangan penalti kapten kesebelasan Iskandar pada menit ke-18. Hadiah itu diberikan karena Kiki Yusuf dilanggar penjaga gawang Hadi Suryanto.

Pada menit ke-48, Kiki yang mendapat umpan lambung dari rekannya, Perry San Kolle, kembali memaksa Hadi untuk mengambil si kulit bundar dari dalam gawangnya.

Pasukan Macan Muria bau berhasil mencetak gol pada menit ke-80 melalui tendangan penalti Agus Santiko. Bola tendangannya yang mengarah ke sisi kanan bawah gagal diantisipasi kiper Dedi Suparman. Gol ini memotivasi anak-anak asuhan Hanafing semakin menekan pertahanan lawan.

Memasuki injury time, sebuah umpan tarik dari Fadly Sanusi di sektor sebelah kiri pertahanan lawan berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Rheonald Pietersz, melalui sontekan kaki kanannya yang membuat bola bergulir masuk ke gawang tim tamu.

Pada pertandingan ini wasit Chusnul Yaqin dari Malang mengeluarkan tiga kartu kuning. Satu untuk pemain Persiku Didit Thomas dan dua untuk Pemain Perserang Imam Riyadi dan William Rashidi.

Nanok Absen

Secara umum, permainan anak-anak Kudus belum menunjukkan bentuk terbaiknya. Mereka masih belum mantap dalam melakukan penyelesaian akhir. Setidaknya ada tujuh peluang di babak pertama dan enam peluang di babak kedua yang berhasil digagalkan lawan.

Hanafing seusai pertandingan menyatakan, absennya tiga peman asing, yakni Thawa Sritummanusarn, Abdoul Wachid Najimu dan Anon Nanok menyebabkan kekuatan pasukannya berkurang. Ketiga personel itu belum bisa tampil, karena belum mengantongi kartu izin tinggal sementara (Kitas).

''Diakui atau tidak, ketidakhadiran mereka memang menyulitkan posisi tim,'' tandasnya.

Fabanyo yang menggantikan Nanok di sayap kanan, belum dapat dapat secara optimal memberi umpan-umpan matang pada Rheonald maupun Agus.

''Kami terpaksa melakukan uji coba terhadap beberapa pemain untuk mengisi tiga posisi tersebut pada tiga hari menjelang pertandingan ini,'' katanya.

Hadi Suryanto juga belum mantap karena pemain bernomor punggung satu ini sering kedodoran dalam bola-bola atas. Dia terkesan kurang tenang. Beberapa kali Hadi sering terlambat keluar dari sarangnya. Beruntung, Yusdianto, Arifin dan Didit dapat membuat benteng yang relatif tangguh.

Warta Kusum tak banyak memberikan pernyataan atas hasil seri tersebut. Mantan pemain belakang PSSI Garuda ini hanya menyayangkan keputusan wasit yang memberikan injury time selama tujuh menit, yang akhirnya dapat dimanfaatkan Persiku untuk menyamakan kedudukan.

Pada partai perdana ini, panpel gagal mencapai target pemasukan Rp 112 juta. Dari penjualan tiket ternyata hanya diperoleh Rp 78,796 juta.''Kami berharap pemasukan pada pertandingan kedua akan meningkat,'' kata Ketua Panpel Achwan Sukandar. (H8-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA