logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 OLAHRAGA
Line

Hari Ini Suporter Arema Unjuk Rasa

JAKARTA-Para pendukung Arema Malang, Senin ini, akan melakukan demo di kantor PSSI yang berlokasi di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Jumlahnya diperkirakan tidak sedikit, karena merupakan gabungan dari pendukung fanatik yang ada di Jakarta maupun mereka yang datang langsung dari Malang dan kota-kota lain di Jawa Timur.

Mereka berunjuk rasa karena kecewa atas kegagalan tim kesayangannya berpartisipasi di Liga Champions Asia. Klub berjuluk Singo Edan tersebut semestinya berhak tampil dalam ajang bergengsi itu, seandainya pengiriman formulir pendaftaran dan dokumen-dokumen lainnya tidak terlambat.

Berkas pendaftaran dikembalikan ke Sekretariat Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 15/2, yang berarti lewat tiga hari dari tenggat waktu yang sudah ditetapkan oleh AFC jauh hari sebelumnya. Sementara, formulir dan dokumen dari Persipura bahkan baru disampaikan lewat faksimile ke Kuala Lumpur keesokan harinya.

Mengenai rencana demo Aremania, salah seorang anggotanya yang tinggal di Jakarta, Suryansyah, menuturkan belasan gerbong telah mengangkut rekan-rekannya dari Jawa Timur.

Pihaknya meminta PSSI dan juga Badan Liga Indonesia (BLI) menindak tegas oknum yang menjadi penyebab kegagalan juara Piala Indonesia itu berpartisipasi di Liga Champions Asia, yang secara resmi dipertandingkan sejak Minggu (5/3) kemarin.

"Arema sudah mempersiapkan diri dengan serius, termasuk melalui penampilannya yang baik di awal kompetisi liga tahun ini," ujarnya.

Dia juga menyebutkan tentang adanya tuntutan dari Aremania agar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid sebaiknya mengundurkan diri. "Kasus ini bisa terjadi karena tidak adanya sinkronisasi tugas antara PSSI dan BLI. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Nurdin harus mundur," tuturnya.

Ketua Harian PSSI Agusman Effendi dan Sekjen PSSI Nugraha Besoes menyatakan ketidaktahuannya menyangkut rencana suporter Arema mendatangi kantor PSSI tersebut. Jika hal itu benar dilakukan,

keduanya amat menyayangkan.

"Saat ini kita sedang berupaya keras melakukan pembenahan ke dalam, dengan tujuan menjadikan PSSI sebagai sebuah organisasi olahraga yang solid dan menguntungkan," ujar Agusman yang ditemui dalam pameran trofi Piala Dunia di Hotel Shangri-la, Jakarta, kemarin siang.

Menurut Nugraha, demo itu tak perlu dilarang atau dihambat sejauh masih dalam koridor kepantasan.

No Comment

Sementara itu, menyikapi pernyataan Asisten Manajer Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Barry Sihotang yang menyebutkan bahwa keterlambatan pengiriman dokumen dari Arema serta Persipura itu juga karena waktu itu sekjen PSSI tidak di Jakarta, Nugraha tidak mau berkomentar.

Dia berulang kali mengatakan, "No comment."

Ketika didesak lebih jauh, Nugraha menyatakan bahwa dia memilih untuk menyerahkan penilaian mana yang benar dan mana yang salah kepada publik.

"Sudahlah, biar masyarakat saja yang menilai," ujarnya ketika ditemui seusai salat Jumat di mesjid Al Bina, kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat lalu.

Dia merasa tidak perlu menanggapi pernyataan Barry, karena pengurus harian PSSI sudah

mengeluarkan pernyataan resmi. "Itu kan sudah sikap resmi pengurus harian PSSI, jadi buat apa lagi saya mengomentari soal itu," katanya.(wgm-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA