| Senin, 06 Maret 2006 | NASIONAL |
FPDI-P: Pengelola Blok Cepu Harus PertaminaJAKARTA- Fraksi PDI Perjuangan meminta pemerintah untuk tidak ragu-ragu dan segera mengambil keputusan masalah pengelolaan Blok Cepu, dengan lebih berpihak pada kepentingan nasional, termasuk menghadapi berbagai tekanan internasional. Sebab, pengelolaan Blok Cepu tersebut merupakan bagian strategis dari pengamanan energi nasional bangsa di masa mendatang. ''Karena itu, Fraksi PDI Perjuangan tetap pada sikapnya bahwa Blok Cepu adalah milik Pertamina dan pengelolaannya harus dikembalikan kepada BUMN itu,'' kata Sekretaris Fraksi PDI-P DPR Yakobus Mayong Padang, di Jakarta, kemarin. Fraksi PDI Perjuangan mencermati dengan seksama, betapa kuat indikasi intervensi asing yang dikhawatirkan mencederai kedaulatan bangsa di dalam pengelolaan sumber daya alam. Hal itu tercermin dari kuatnya lobi-lobi politik oleh Pemerintah Amerika Serikat dan petinggi-petinggi ExxonMobil pada Pemerintah Indonesia. Fraksi PDI Perjuangan mendesak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak tunduk pada tekanan Pemerintahan Bush. Bersinergi Menurut Mayong, Fraksi PDI-P mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersinergi, agar pengelolaan seluruh kekayaan alam di bumi Indonesia benar-benar memperkuat kedaulatan ekonomi bangsa, sekaligus menggunakan kekayaan tersebut untuk mengatasi berbagai ketidakadilan di struktur perekonomian Indonesia. ''Karena itu, kontrak-kontrak karya yang dinilai merugikan kekayaan negara harus ditinjau ulang. Fraksi mengajak seluruh putra-putri bangsa terbaik yang memiliki kompetensi di bidang hukum internasional untuk bersatu-padu melakukan kajian kontrak-kontrak karya tersebut,'' kata Mayong Padang. Menurutnya, perkembangan negosiasi pengelolaan Blok Cepu antara Pertamina dan ExxonMobil yang prosesnya berlarut-larutnya telah mencerminkan kuatnya pertarungan kepentingan yang tidak lagi berada di persoalan bisnis, namun memiliki implikasi fundamental pada persoalan nasionalisme dan eksistensi kedaulatan ekonomi bangsa. Anggota Fraksi PDI-P Aria Bima menyinyalir pertarungan kepentingan di Blok Cepu di tingkat elite telah merambah ke tingkat masyarakat bawah, karena di daerah sekitar sumur minyak yang mengandung 18% dari produksi nasional itu saat ini muncul aksi penggalangan tanda tangan mendukung ExxonMobil. Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo melihat, Partai Golkar, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Wapres Jusuf Kalla lebih cenderung memilih ExxonMobil. Pasalnya menyangkut bisnis besar serta komitmennya dengan pihak Amerika Serikat. (di-49t) |