| Senin, 06 Maret 2006 | NASIONAL |
Pascabentrok di Ambon TNI-Polisi Tak Boleh KeluarJAKARTA- Untuk meredam situasi panas antara TNI dan polisi di Ambon, seluruh anggota dari kedua institusi keamanan itu tidak diperbolehkan keluar dari satuannya. Ini untuk mencegah konflik pascabentrok. "Polisi tidak boleh keluar, TNI juga tidak boleh keluar selama satu-dua hari ini," kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam kepada wartawan, Minggu (5/3). Anton mengatakan, untuk mencegah konflik, seluruh anggota TNI dan polisi di Ambon diimbau untuk tak keluar dari markas kesatuan masing-masing. Dia menambahkan, ketegangan memang masih terasa di Ambon. "Tapi tim sudah di sana, kita serahkan mereka," tambah dia. Ketegangan TNI dan Polri di Ambon bermula akibat aksi penikaman yang diduga dilakukan oleh TNI kavaleri pada seorang polisi Ditsamapta Polda Maluku Bripda Arnold Waku hingga tewas. Penikaman itu terjadi pada Sabtu (4/2) pukul 03.00 Wita. Kemudian pada pukul 20.00 Wita, salah seorang polisi terkena pukul di Jl Pantai Losari, tepatnya di pom bensin yang diduga dilakukan oleh anggota TNI kavaleri. Dia dilarikan ke RS Bhayangkari Polda Tantui. Bentuk Garnisun Sebagai upaya meredam situasi panas, petinggi TNI dan Polri menggelar rapat di ruang kerja Kapolda Maluku. Menurut Pangdam XVI Pattimura Mayjen Syarifuddin Summa, hasil rapat itu merekomendasikan pembentukan patroli gabungan. "Selain itu, kami sudah menentukan langkah-langkah alternatif lainnya," sebut Pangdam tanpa menyebut secara terperinci langkah-langkah itu, seusai rapat. Selain Pangdam, rapat itu juga dihadiri Kapolda Maluku Brigjen Adityawarman, Danlantamal Ambon Laksamana Pertama Bambang Supeno, Danlanud Pattimura Marsekal Eko Supriyanto, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease AKBP Leonidas Braksan. Selain para petinggi lokal, rapat itu juga dihadiri petinggi TNI dan Polri di Jakarta seperti Kapus Provost Dir Propam Mabes Polri Brigjen Pol Latif dan Pus Pom Mabes TNI. Rapat itu berlangsung selama tiga jam lebih. Dari Ambon dilaporkan, suasana Minggu sore kembali normal. Namun beberapa warga menyatakan masih khawatir jika malam datang. "Kalau malam pasti akan tegang lagi. Biasa kalau pada level petinggi TNI dan Polri sudah tuntas, namun pada level anak buah di lapangan belum tentu," kata Taher Padang, warga Kelurahan Waihaong Ambon.(dtc-60t) |