logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 NASIONAL
Line

Korban Tewas KA Jadi Empat Orang

JAKARTA - Korban tewas akibat terputusnya kabel KRL jurusan Jakarta-Bogor di dekat Stasiun Gondangdia bertambah dua orang, yakni Aldi Setiadi (23) dan M Rahmat (32), warga Bojong Gede.

Dengan demikian, korban tewas dalam kejadian itu menjadi empat orang. Korban sebelumnya adalah M Heri Sucipto (26) yang tewas seketika di tempat kejadian dan Dedi Junaidi yang meninggal Sabtu (4/3).

Kepala Bagian Pemasaran RSCM Nurhayati di RSCM, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat mengatakan, Aldi didiagnosis meninggal karena cedera kepala berat dengan luka di dada dan di perut. "Dia meninggal di ruang ICU Bedah jantung. Hingga kini belum diketahui alamatnya," jelasnya.

Jenazah Aldi saat ini masih di ruang jenazah RSCM dan menunggu diambil oleh keluarganya. Adapun M Rahmat, warga RT 2 RW 2, Kampung Pabuaran, Bojong Gede, Bogor, meninggal karena cedera kepala. Dia mengembuskan napas terakhirnya di ruang bedah torak.

Kini RSCM masih merawat tiga pasien kecelakaan kereta, yakni Firman (25) warga Lenteng Agung, Agus Saputro (27), dan Munandar (25). Insiden itu terjadi Sabtu (4/3) sekitar pukul 09.00. Penumpang yang berada di atap KRL 531 jurusan Bogor-Jakarta Kota itu tertimpa kabel aliran listrik yang putus di dekat Stasiun Gondangdia. Akibat peristiwa tersebut, delapan orang luka-luka dan seorang meninggal seketika di lokasi kejadian.

Tetap di Atap

Dari pantauan, delapan gerbong kereta api jurusan Stasiun Kota Jakarta menuju Bogor tampak penuh sesak. Penumpang berdesak-desakan sampai di depan pintu. Bahkan, sekitar 30 orang penumpang dengan santai duduk di atas kereta bertenaga listrik tersebut.

"Memang bahaya sih, tapi saya hati-hati kok," kata Dodi (25) warga Bukit Duri yang baru saja turun dari atap kereta di Stasiun Manggarai.

Padahal Dodi tahu kecelakaan kereta yang terjadi dua hari berturut-turut, yakni atap kereta yang runtuh dan putusnya kabel KRL. Dia tetap naik ke atap karena kereta yang ditumpanginya sesak penumpang.

"Habis keretanya penuh banget sih, daripada desak-desakan mendingan naik di atas saja. Pemerintah dong tambah gerbong keretanya," tandasnya.(dtc-46,60n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA