logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 NASIONAL
Line

HTI Serukan Pemberlakuan Syariah Islam

SEMARANG - Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Tengah menyerukan pemberlakuan syariat Islam di Indonesia. Penegakan Khilafah Islamiyah dan penerapan syariah itu mereka pandang sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi negara-negara imperialis.

Menurut mereka, dari tangan negara imperialis itulah lahir sistem perundang-undangan sekular hingga lahirnya penguasa boneka di negara muslim. Hal itu disinyalir untuk menjaga kepentingan politik dan ekonomi negara imperialis.

Bawa Sengsara

"Justru kolonialisme dan imperialisme itu yang selama ini membawa kesengsaraan bagi bangsa-bangsa di dunia," ungkap Ir Abdullah IAR, koordinator aksi, saat berorasi dalam aksi massa HTI Jateng di Bundaran Air Muncrat Jl Pahlawan, Minggu (5/3).

Aksi diikuti sekitar 300 orang. Mereka berangkat dari Bundaran Tugu Muda pukul 11.30. Dengan berjalan kaki, mereka bertakbir dan berorasi di sepanjang jalan sembari membentangkan poster dan spanduk yang berisi tuntutan pemberlakuan khilafah di dunia.

Massa berkeliling di kawasan Simpanglima sebelum akhirnya sampai ke bundaran air muncrat. Selama berorasi, mereka menyerukan kepada umat Islam untuk secara sungguh-sungguh mengamalkan dan berjuang demi tegaknya syariat Islam.

Sejumlah spanduk dan poster terus dibentangkan. Beberapa di antaranya bertuliskan "Selamatkan Dunia dengan Khilafah" dan "Khilafah Wajib dan Perlu". Sesekali gema takbir mereka kumandangkan.

"Sesungguhnya mengamakan syariat dalam kehidupan pribadi dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara merupakan kewajiban setiap muslim," teriak Abdullah yang disambut dengan pekikan takbir oleh peserta aksi.

Aparat kepolisian berjaga-jaga dan mengawal aksi dari bundaran Tugu Muda hingga selesai. Unjuk rasa yang berlangsung tertib itu pun selesai sekitar pukul 14.00.

Di Jakarta

Massa HTI juga melakukan aksi damai di depan Kedubes Amerika Serikat, Jl Medan Merdeka Selatan. Aksi yang dimulai sejak pukul 08.00 itu dilakukan dalam rangka memperingati 82 tahun perjuangan penegakan khilafah.

Sementara itu, sekitar tiga jam kemudian ratusan orang yang menamakan diri Forum Betawi Rempug (FBR) menyusul dan bergabung dengan massa HTI yang sudah menggelar aksi terlebih dahulu. FBR juga menyerukan penegakan khilafah.

Menurut Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Bambang Hermanu, dalam mengamankan aksi damai itu, dia menurunkan sekitar 2.000 personel. Aksi tersebut juga dihadiri antara lain Ketua MUI Pusat KH Kholil Ridwan. Aksi yang berlangsung sekitar empat jam tersebut diakhiri dengan pembacaan doa oleh massa FBR. Mereka meminta semua tuntutan yang diajukan itu dikabulkan oleh semua pihak.

Sementara itu, Kedubes AS merilis peringatan kepada warga negaranya agar berhati-hati menyusul aksi demonstrasi HTI. Peringatan itu dikeluarkan sehari sebelum aksi itu berlangsung.

Kedubes AS mengimbau masyarakat AS yang ada di Indonesia untuk menjauhi kerumunan demonstrasi, bersikap low profile dan berhati-hati bila terjebak di kawasan yang dekat dengan aksi demonstrasi apa pun. Demikian dilansir woi-tv.com.(fzm, di, dtc-49, 60n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA