logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 NASIONAL
Line

Pilih Morales, Pacquiao, atau Barrera


HINDARI PUKULAN: Chrisjon menghindari pukulan dari penantangnya, Juan Manuel Marquez, di Golden Gate Arena, Tenggarong, Kalimantan Timur. (57t) - SM/Abduh Imanulhaq

CHRISJON baru saja merampungkan tugas berat dengan memetik kemenangan angka mutlak (unanimous decision) 12 ronde atas Juan Manuel Marquez (peringkat I WBA) dari Meksiko di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kaltim), Sabtu malam kemarin. Kendati Chrisjon gagal menjatuhkan Raja KO yang telah menewaskan 33 lawannya dengan KO, kemenangan angka mutlak bagi salah satu petinju papan atas dunia tersebut merupakan prestasi cukup hebat. Keberhasilannya memperpanjang gelar sebagai juara dunia kelas bulu (57,1 kg) World Boxing Association (WBA) untuk kelima kalinya patut mendapatkan acungan jempol.

Sebelumnya, ia telah sukses mempertahankan gelar dengan menaklukkan Osamu ''The Hulk'' Sato (Jepang/dengan angka), Jose ''Cheo'' Rojaz (Kolumbia/dengan angka), Derrick Gainer (AS/dengan angka), dan atas Tommy ''Titans'' Brown (Australia/dengan TKO ronde ke-10). Kemenangan atas Marquez kian menambah gemerlap rekor kemenangannya menjadi 37 kali (20 dengan KO) tanpa kalah, dengan sekali seri.

Setelah menjinakkan mantan juara dunia IBF dan WBA Super tahun 2003-2005 itu, mungkinkah atlet kelahiran Banjarnegara, 14 September 1980 tersebut dapat segera berhadapan dengan trio maut legendaris Erik Morales, Manny Pacquiao, ataupun Marco Antonio Barrera?

Menurut pengamatan saya, jika Chrisjon membutuhkan tantangan baru, prestasi besar dan honor besar, ia harus bentrok dengan para bintang ring dunia tersebut. Honor Chrisjon kala melawan Marquez hanya 90.000 dolar AS (Rp 900 juta), kemudian jika dipotong manajer 20-30 persen plus tetek bengeknya, ia akan menerima bersih Rp 600 juta. Adapun honor tertinggi ia peroleh 125.000 dolar AS (Rp 1,25 miliar) saat melayani tantangan Osamu Sato, dua tahun yang silam di Tokyo.

Namun jika suami Anna Maria Megawati itu dapat melawan Morales dkk, honornya akan terkatrol minimal 500.000 dolar AS (Rp 5 miliar), soalnya tarif Morales sendiri telah menembus batas honor termahal saat ini, yaitu 2 juta dolar AS (Rp 20 miliar). Honor Rp 5 miliar tersebut bisa membuat Chrisjon menikmati bunga deposito masa depan dengan santai.

Pertarungan Seru

Bisa saja Chrisjon melawan mereka, namun ia harus menambah berat badannya 1,8 kg agar ''in'' di kelas bulu super/ringan jr (58,9kg) yang mereka tempati.

Chrisjon melawan Manny Pacquiao dari Filipina? Tentu saja bakal menyajikan pertarungan yang teramat seru dan menarik. Pasalnya, Pacquiao yang kini berusia sama dengan Chrisjon, 26 tahun, untuk sementara menempati posisi terbaik pertama kelas bulu super, kendati ia kini belum lagi menyandang juara dunia.

Pamor Pacquiao tengah meroket berkat keberhasilannya memukul KO dua petinju legendaris. Marco Barrera dibantai KO pada ronde ke-12 (2003) dan Erik Morales tersungkur KO pada ronde ke-10, baru-baru ini.

Petinju bergaya fighter sejati itu memiliki kombinasi jotosan jab, straight, hook kiri-kanan plus upper cut yang cepat, keras, dan mematikan. Petarung sejati tersebut bisa memacu/memaksimalkan penampilan Chrisjon. Pasalnya, hanya lewat lawan-lawan berkualitas tinggi itulah yang dapat merangsang penampilan terbaik ayah satu anak (Ferisha) itu.

Rekor Pacquiao gemilang, 41 kali menang (33 dengan KO), 3 kali kalah dengan dua kali seri. Nilai jual Chrisjon di pasar dunia saat ini cukup bagus, mengingat Marquez yang dikalahkan Chrisjon itu pernah bertarung keras selama 12 ronde dan berakhir seri melawan Manny Pacquiao di Las Vegas, 8 Mei 2004. Prestasi itulah yang bisa menjadi pertimbangan promotor sekaliber Don King, Bob Arum, atau Garry Shaw untuk melirik kehebatan Chrisjon.

Berjumpa dengan Erik Morales, mantan juara dunia dalam tiga kelas berbeda asal Meksiko, mengapa tidak? Morales (29) bisa saja digiring melawan Chrisjon. Apalagi petinju berjuluk ''si Dahsyat'' yang sudah tak mempunyai gelar dunia plus tersebut sangat membutuhkan gelar dunia untuk mengatrol reputasinya yang sempat meredup setelah dikalahkan Zaher Raheem (AS) dan Manny Pacqiao.

Namun, baku hantam bergengsi tinggi itu dipromotori siapa? Kalau digelar promotor Indonesia, saya prediksikan tak ada yang sanggup membayar Morales yang bertarif Rp 20 miliar. Logikanya ya menjual Chrisjon vs Morales ke AS dengan promotor AS. Promotor sekaliber Don King, Bob Arum, Garry Shaw, dan Oscar De La Hoya pasti akan sanggup menggelar Chrisjon vs Morales. Apalagi Chrisjon cukup komersial. Dia juara dunia WBA, masih muda yakni 26 tahun, 37 kali tak terkalahkan, pernah mengalahkan Derrick Gainer dan J.M. Marquez. Rekor Morales, 48 kali menang (34 dengan KO) dengan empat kali kalah.

Lantas bagaimana jika Chrisjon diadu dengan Marco Barrera, mantan juara dunia tiga kelas berbeda yang juga dari Meksiko? Tampaknya duel mereka juga membutuhkan jalan berliku. Pasalnya, Barrera yang berusia 31 tahun itu dikelola oleh promotor Oscar De La Hoya dan TV HBO yang hanya berminat menayangkan Barrera bentrok dengan petinju yang sudah top.

Namun atlet bertinggi 171 cm asal sasana Bank Buana Semarang yang kini berlatih secara khusus di Harry's Gym (Australia) itu jangan dulu berputus asa. Chrisjon membutuhkan penata pertandingan (match maker) yang hebat melakukan negoisasi dengan petinju-petinju top dunia. Kubu Chrisjon juga bisa kembali memakai jasa Sampson Lewkowicz, match maker berdarah Yahudi yang cukup jitu melakukan nego dengan Marquez yang harus mau dengan honor minim, 30.000 dolar AS. Padalah sebelumnya Marquez pernah mendapatkan honor termahal, 400.000 dolar AS, saat melawan Manny Pacquiao. Rekor Barrera memang mengilap, 62 kali menang (42 dengan KO) dengan 4 kali kalah. (Paulus Noor Mulia-28n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA