| Senin, 06 Maret 2006 | MURIA |
Pengawasan Hutan Muria Dianggap Tak EfektifKUDUS - Upaya pelestarian dan pengamanan kawasan hutan di lereng Gunung Muria, yang dilakukan oleh sejumlah desa yang ada di lingkungan tersebut, mungkin tak dapat berjalan dengan baik. Pasalnya, meski masing-masing desa telah menyepakati untuk menjaga hutan di daerahnya, namun upaya untuk memperoleh payung hukum guna melaksanakan hal tersebut belum diperoleh sampai saat ini. Hal tersebut dikemukakan oleh Kades Colo, Kecamatan Dawe, Haris, Minggu (5/3). Lebih lanjut dia menyatakan, telah ada upaya pembicaraan dengan sejumlah kepala desa, yakni Ternadi, Kajar, Japan, dan Rahtawu, untuk menyepakati upaya pelestarian hutan Muria. ''Tujuannya agar kondisi hutan Muria, khususnya yang ada di wilayah Kudus, dapat terjaga,'' katanya. Memicu Konflik Isi rencana kesepakatan tersebut, ujarnya, yakni bila ada salah satu warga desa melakukan perusakan hutan, hal itu akan diserahkan kepada pihak berwajib. Tetapi, rencana kesepakatan tersebut dianggap tak akan berhasil, karena payung hukum atas upaya tersebut juga tak dapat dikantongi hingga kini. ''Kami hanya minta pihak terkait, khususnya kehutanan dan Pemkab Kudus, dapat bertemu dengan kami dan membicarakan hal itu. Nyatanya, rencana pertemuan tersebut tak pernah terjadi,'' tuturnya. Dikhawatirkannya, jika tak ada kesepakatan dengan melibatkan pihak terkait, ujarnya, justru hal itu akan dapat memicu konflik, mengingat masing-masing desa mempunyai cara dan aturan yang berbeda, berkait dengan upaya pengamanan hutan tersebut. ''Kami minta agar hal itu dibicarakan dengan pihak terkait, sehingga masing-masing dari kami dapat mengetahui tugas dan kewajibannya,'' ujarnya. Sementara itu, koordinator Muria Research Center (MRC), M Midjanarko, menyatakan, sudah saatnya semua pihak melakukan upaya untuk melestarikan kawasan tersebut. Pasalnya, tanda-tanda kerusakan lingkungan di sekitar hutan sudah mulai dirasakan sekarang ini. Misalnya, katanya, berkurangnya mata air dan juga debit yang dimiliki, naiknya suhu, serta makin kencangnya angin yang berembus di kawasan tersebut akibat berkurangnya vegetasi yang ada. Jika tak segera dilakukan pembenahan, dikhawatirkan hal itu akan berdampak buruk, tak hanya bagi lingkungan sekitar, tetapi juga untuk daerah di kawasan bawah. ''Hal itu dapat dicegah, bila sekarang ini mulai dilakukan upaya konservasi di lingkungan tersebut,'' tandasnya. (H8-15h) |