logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 SEMARANG
Line

Dipanggil Warga Gunungsari, Wawali Nyanyi Tombo Ati

BAIT demi bait lagu "Tombo Ati" yang ditenarkan Opick dinyanyikan dengan fasih oleh Wakil Wali Kota Salatiga, John Manuel Manoppo SH. Bahkan, John menyanyikan dua versi lagu itu, baik versi lagu bahasa Indonesia maupun versi lagu bahasa Jawa, meskipun dengan logat Manado Sulawesi Utara tempat asalnya.

Dia menyanyikan itu saat menghadiri acara tatap muka dengan warga Dusun Gunungsari, Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, Salatiga, Minggu (5/3). Acara itu digelar oleh Joko Mintarto, pemilik Erni Fashion, pengusaha konveksi setempat yang baru saja mendirikan bangunan toko baru di tempat itu. Hadir pula Camat Tingkir Kusumo Aji SH dan Kepala BUMD Drs Adi Sutardjo.

Kontan, lagu yang dinyanyikan John dengan versi bahasa Jawa itu diikuti oleh warga yang datang ke acara tatap muka, yang sedianya akan dihadiri juga oleh Wali Kota H Totok Mintarto. Totok berhalangan hadir dalam acara itu karena berada di luar kota.

Warga sebelumnya sempat kaget, John yang diketahui beragama Nasrani itu ternyata mampu membawakan lagu tersebut dengan sempurna. Mereka pun akhirnya hanya bisa berdecak kagum sambil mengikuti lagu yang dinyanyikan. Bahkan, beberapa di antaranya sempat tersenyum menahan tawa ketika penyanyi solo organ yang dihadirikan dalam acara itu tidak bisa membawakan dengan sempurna, mengikuti bait demi bait yang dinyanyikan John.

Itulah sekelumit hiburan selingan dalam acara tatap muka yang menghadirkan tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu, Joko Mintarto yang juga tokoh masyarakat setempat, atas nama warga mengungkapkan beberapa hasil pembangunan yang dilakuan Pemkot di Dusun Gunungsari. Sebab, sebelum daerah itu masuk wilayah pemekaran Kota Salatiga, merupakan salah satu desa yang kondisinya memprihatinkan.

''Kini, semua tempat di Gungungsari telah beraspal dan PDAM sudah masuk. Sehingga warga dapat merasakan perubahan besar di daerah kami,'' papar Joko.

Joko mengungkapkan, kondisi antarumat beragama di Gunungsari dikatakan toleransinya sangat tinggi. Bahkan dengan kondisi dusun yang berada di pelosok, dinamika kehidupan masyarakat dan kegiatan antaragama sangat mencolok di daerah itu. Kebersamaan itulah yang menciptakan harmonisasi kehidupan antarwarga.

Dalam kesempatan itu, Joko menyerahkan surat pernyataan keinginan warga agar Pemkot melakukan pembangunan fisik seperti harapan mereka. Pembangunan tersebut di antaranya, sarana olahraga, jalan, dan bantuan pengembangan usaha ekonomi kecil yang dapat dilakukan warga. (Surya Yuli P-16d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA