| Senin, 06 Maret 2006 | SEMARANG |
Hari Ini Desa Cukilan Divaksin AI
UNGARAN - Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Semarang, Senin (6/3) ini tetap melakukan vaksinasi Avian Influenza (AI) dan penyemprotan disinfektan. Hal itu dilakukan setelah Wahyu Kurniawan (3 tahun 5 bulan), warga Dusun Banjaran Cengklik, Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, dinyatakan meninggal karena radang paru dan DBD. Seperti diberitakan, Wahyu yang meninggal pada Selasa (28/2) di RSUP Dokter Kariadi Semarang sempat dinyatakan suspect flu burung. Kepala Disnakkan Ir Bambang Triwahono MM melalui Kabid Keswan dokter hewan Bambang Sutrisno menjelaskan, pihaknya menyiapkan 10.000 dosis vaksin flu burung. ''Menurut rencana, besok (hari ini-Red) kami akan memberi vaksin AI pada unggas di Desa Cukilan dan Gunung Tumpeng, Kecamatan Suruh. Kami juga menyiapkan 20 sampai 25 liter disinfektan untuk membersihkan kandang-kandang unggas penduduk,'' tegas Bambang Sutrisno, Minggu (5/3). Dalam kegiatan itu, pihaknya menyiapkan tim yang terdiri atas 20 anggota. ''Jumlah unggas di dua desa itu diperkirakan empat hingga lima ribu ekor. Namun kami menyiapkan 10 ribu dosis vaksin AI,'' terang dia. Bambang Sutrisno menyatakan, kegiatan tersebut untuk meminimalisasi keresahan warga akibat pemberitaan yang menyatakan bahwa Wahyu meninggal karena suspect (diduga) flu burung. ''Kami ingin meyakinkan warga bahwa di desa itu tidak ada flu burung seperti yang dikhawatirkan,'' katanya. Keresahan warga tergambar saat sebagian tetangga Wahyu takut menghadiri upacara pemakaman di TPU Dusun Banjaran Cengklik, Selasa (28/2) malam. Terserang ND Jatmiko (30), warga RT 41 RW 7 Banjaran Cengklik mengatakan, hampir sebagian besar warga di dusun tersebut resah menyusul meninggalnya Wahyu. ''Di sini hampir semua warga memiliki ayam. Tetapi jumlahnya mungkin tinggal sedikit karena serangan penyakit. Tiba-tiba ayam yang saat sore masih sehat, paginya mati,'' ucap dia. Keterangan Jatmiko dibenarkan Kaur Umum Desa Cukilan, Dalali. ''Sekitar tiga tahun lalu, ayam di desa ini sering mati mendadak,'' ungkapnya. Namun saat petugas memeriksa sampel darah ayam pada 1 Maret lalu, dinyatakan bahwa ayam-ayam tersebut negatif AI. ''Ayam-ayam di sini yang mati mendadak karena terjangkit ND (Newcastle Disease) atau disebut pileren,'' imbuh Bambang Sutrisno. Vaksinasi AI di Desa Cukilan dan Gunung Tumpeng, lanjut dia, diharapkan agar warga tidak lagi khawatir mengonsumsi daging ayam dan telur. ''Bagi yang memelihara unggas kami berharap agar selalu menjaga kebersihan kandang,'' tandasnya. (H14-16d) |