| Senin, 06 Maret 2006 | SEMARANG |
Tornado vs Trailer, Satu TewasBAWEN - Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan tewasnya seorang pengendara sepeda motor terjadi di Jalan Soekarno Hatta Bawen atau tepatnya di depan PT Apac Inti Corpora (PT AIC) Bawen, Sabtu (4/ 3) sekitar pukul 21.30. Korban tewas diketahui bernama Iswan Adi Alfianto (20) warga Krawat RT 01/ II Tempursari Wonogiri yang saat itu mengendarai sepeda motor Suzuki Tornado H 4349 TG. Ia tewas setelah bertabrakan dengan truk trailer bermuatan mebel H 1759 BG yang melaju dari arah Bawen menuju Ungaran. Kejadian tersebut menurut saksi Siswanto (30), korban meluncur dari arah Ungaran menuju Bawen. Korban mengambil arah jalur kanan karena diduga ingin mendahului sebuah motor di depannya. Lampu motor korban saat itu tidak begitu terang. ''Ia (korban) oleng ke kanan hingga akhirnya menabrak truk trailer itu,'' kata Siswanto warga sekitar. Menurut keterangannya, korban sempat terseret trailer sekitar sepuluh meter. Korban akhirnya tewas di lokasi kejadian. Kondisi motor rusak parah. ''Ia dan motornya terjepit di bawah bodi truk.'' Akibat kecelakaan tersebut lalu lintas di sekitar pabrik penghasil Denim terbesar se-Indonesia itu macet selama lebih kurang satu jam. Dua mobil forklift milik PT AIC membantu mendongkrak dan mengambil sepeda motor beserta korban yang terjepit truk. Sementara itu, menurut penuturan pengemudi trailer, Hadi (35) warga Tambakaji Semarang, ia tidak mengetahui jika kendaraannya bertabrakan dengan sepeda motor. ''Saya menghentikan trailer saat orang-orang berteriak kalau truk saya menyeret pengendara motor,'' ujar dia yang saat itu bersama kernet Mustopo (43) warga asal Solo. Ban Pecah Menurut dia, trailer yang dikemudikannya berjalan relatif lamban. ''Saat itu saya berjalan pelan-pelan karena banyak karyawan pabrik (PT AIC) lalu lalang,'' aku Hadi yang waktu itu sedang melakukan perjalanan dari Yogya hendak ke Semarang. Petugas lalu lintas pos polisi di Ambarawa, sekitar pukul 22.00 kemudian mengangkut jenazah Iswan Adi Alfianto. Ada kisah unik saat mobil Kijang Super mengangkut jenazah itu. Salah satu ban kendaraan tersebut sempat pecah sesampai di Jalan Palagan Ambarawa atau depan Pasar Hewan. Kemudian oleh petugas diganti dengan ban serep. Setelah itu mobil berjalan lagi. Namun baru berjalan sekitar 150 meter atau di dekat jembatan Ngrengas Bawen, mesin mati mendadak. ''Sempat mogok selama sekitar setengah jam. Warga kaget ketika mengetahui bahwa yang diangkut mobil itu adalah jenazah dengan kondisi sangat mengenaskan,'' tutur Santoso (38) warga Ngrengas Bawen. (H14-16v) |