logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 SEMARANG
Line

Sembilan Simpatisan Nazar Jalan Kaki Mundur 10 Km

DEMAK- Sembilan pemuda warga Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, merealisasi nazarnya dengan berjalan kaki mundur sepanjang 10 km. Mereka melakukan aksi itu setelah pasangan Tafta Zani-Asyiq, yang diusung PKB dan PK Sejahtera memenangi Pilkada Demak yang digelar 26 Februari lalu. Sebelumnya mereka bernazar jika pasangan tersebut memenangi pilkada, akan berjalan kaki mundur dari desanya hingga ke makam Sunan Kalijaga.

Aksi jalan kaki mundur itu dilakukan mulai pukul 08.00 dari Desa Karangsari menuju makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, dengan terlebih dahulu singgah ke rumah Tafta Zani dan Muhammad Asyiq. Jalan yang mereka lalui adalah Jalan Karangtengah, Sultan Trenggono, Sultan Fattah, kemudian memutari alun-alun sembilan kali, Jl Kiai Singkil, Bhayangkara, pemuda, Jl Turmudi, dan makam Kadilangu.

Mereka yang melakukan nazar itu adalah Muhammad Yasir, Murtadho, Suhaji, Ngamiran, Adi Mulyanto, Khumaidi, Sasmuji, Darjo, dan M Aris.

Ketika sampai di rumah cabup terpilih Tafta Zani, mereka meminta tanda tangan yang dibubuhkan di kausnya. Mereka memakai kaus putih bertuliskan "Wedi Karo Gusti Allah, Ora Wedi Karo Wong Bodo". Yang dimaksudkan, hanya takut kepada Allah tetapi tidak takut kepada manusia yang bodoh, terutama yang ingin mengganggu perjalanan pemerintahan yang sah.

Legawa

Kepada mereka, Tafta menyampaikan terima kasih atas dukungan dan simpatisannya. Dia mendoakan agar nazar yang dilakukannya itu mendapat rida dari Allah SWT.

Salah seorang peserta jalan kaki mundur, Murtadho menuturkan, dirinya bersama teman-temannya melaksanakan nazarnya tersebut karena berharap lawan politik Tafta bisa mundur secara teratur.

Makna dari jalan kaki mundur dimaksudkan agar mereka yang tidak suka atau tidak puas dengan terpilihnya Tafta -Asyiq, legawa dan bisa menerima kenyataan kemudian mundur secara teratur. Tentunya, langkah tersebut sebagai cara ksatria mengakui kekalahannya, sehingga pemerintahan Demak ke depan berjalan lancar.

Pembangunan yang dijalankan pemerintah, kata dia, akan sulit mengalami kemajuan apabila masih terdapat pihak-pihak yang mengganggu. Karena itu, semua pihak yang masih belum puas terhadap hasil pilkada diminta legawa.

"Yang namanya pilkada itu ada yang menang dan pasti ada yang kalah, karena itu semua harus legawa. Mari kita dorong dan dukung pasangan calon bupati yang mendapat dukungan rakyat."

Seusai singgah ke rumah Tafta Zani di Kelurahan Mangunjiwan, mereka melanjutkan ke rumah cawabup terpilih KH Muhammad Asyiq dan mengakhirinya dengan selamatan di makam Sunan kalijaga, Kadilangu. (H1-16s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA