| Senin, 06 Maret 2006 | SEMARANG |
Kualitas Panen Merosot, Petani MerugiKENDAL- Sejumlah petani di Kendal terancam tidak bisa menaman padi pada musim tanam berikutnya. Kondisi tersebut dikarenakan pada musim panen ini, mereka merugi menyusul merosotnya harga jual dan produksi padi hasil panenan. "Harga jual padi hasil panenan saat ini merosot drastis. Jika pada awal musim panen pertengahan Februari lalu harga padi Rp 1.800/kg, kini harga tertinggi padi hasil panenan sawah hanya Rp 1.400/kg," papar Sutadri (51), petani di Desa Tambakrejo, Kecamatan Patebon, Kendal. Dia menuturkan, merosotnya harga jual padi panenan mengakibatkan petani relatif belum memperoleh keuntungan. "Selain harga yang merosot, hasil produksi padi pada musim panen ini juga menurun drastis. Modal yang dimiliki untuk menanam padi, jika dikalkulasi belum menghasilkan keuntungan. Kondisi ini khususnya dialami para petani yang tidak memiliki lahan atau petani penyewa sawah." Merosotnya harga jual dikarenakan kualitas padi hasil panenan juga turun. Beras hasil penggilingan gabah berwarna lebih gelap. Hal itu karena gabah sering kali terendam air ketika hendak dipanen. ' "Turunnya kualitas serta produksi padi disebabkan lahan persawahan tanaman padi sering terendam banjir pada musim penghujan." Petani yang mengolah sawah sewaan seluas 0,5 ha itu menuturkan, di lahan seluas itu biasanya mampu menghasilkan produksi padi mencapai empat ton. Karena sering terendam banjir, tanaman padi jadi mati. Saat ini sawah hanya mampu berproduksi 2,4 ton. "Hasil penjualan gabah ke pengepul yang saya peroleh berkisar Rp 3,36 juta," ujarnya. Petani Penyewa Hasil penjualan tersebut belum mampu menutup biaya tanam Rp 1,2 juta dan biaya sewa sawah Rp 3 juta per musim. "Kami kesulitan modal untuk menanam padi pada musim tanam berikutnya." Hal senada juga diungkapkan Basri (53). Petani di Desa Margosari, Patebon ini mengatakan, pada lahan sawah seluas satu hektare yang dikelolanya, saat ini hanya mampu memproduksi empat ton padi. "Para petani yang merugi tersebut, khususnya adalah petani yang tidak memiliki lahan sendiri. Modal yang mereka miliki habis terserap untuk biaya proses tanam dan harga sewa sawah yang berkisar Rp 6 juta/ha setiap musim tanam. Untuk menanam padi di lahan seluas satu hektare diperlukan dana sekitar Rp 2,4 juta." Dengan demikian, imbuh dia, total biaya guna menanam padi di lahan seluas satu hektare mencapai Rp 8,4 juta. "Terlepas dari bencana banjir yang terjadi merata di Kendal, kami sangat berharap pihak terkait membantu memberikan solusi. Misalnya, memperbaiki irigasi sawah yang rusak agar aliran air lancar. Saat musim hujan, air bisa cepat kering sesuai dengan kebutuhan, sebaliknya di musim kemarau kebutuhan air di sawah dapat tercukupi." (G15-16s) |