logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 SEMARANG
Line

Warga Diminta Ikut Perangi Banjir

SEMARANG SELATAN- Warga diharapkan ikut berpartisipasi dalam memerangi banjir di Kota Semarang. Salah satu peran yang selama ini sudah dilakukan masyarakat, yakni melalui Djarum 76 Resik-resik Kutha Suara Merdeka.

Wali Kota H Sukawi Sutarip SH SE, Minggu (5/3), saat memimpin apel koordinasi Resik-resik Kutha di Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, mengatakan, salah satu persoalan kota metropolitan seperti Semarang adalah sampah.

Sebagai sebuah kota metropolitan, Semarang merupakan tempat yang menarik bagi warga dari kabupaten di sekitarnya. Banyak di antara mereka yang kemudian datang, termasuk untuk mencari nafkah. ''Pada sisi lain, jumlah warga yang makin banyak itu juga diikuti produksi sampah,'' kata dia.

Sebagian dibuang begitu saja dan akhirnya masuk ke saluran. Saat hujan, beragam kotoran tersebut kemudian menjadi penyebab terhambatnya saluran. Karena itu, dia mengajak warga mulai membiasakan diri membuang sampah secara benar.

Upaya lain yang bisa dilakukan adalah membersihkan lingkungan masing-masing. Hal itu sekaligus merupakan bagian dari upaya bersama, untuk mempertahankan berbagai prestasi dalam bidang kebersihan, termasuk Adipura.

''Kota Semarang telah beberapa kali menunjukkan prestasi dalam bidang kebersihan. Dan, itu merupakan wujud peran seluruh warganya,'' ujarnya.

Sementara itu, kegiatan Djarum 76 Resik-resik Kutha Suara Merdeka, kemarin diikuti aparat Pemkot, Kecamatan Semarang Tengah, TNI, Polri, PKK, dan warga masyarakat dari Kelurahan Mugassari dan Randusari. Usai apel di Kelurahan Mugassari, sebagian besar peserta membersihkan Jalan Kiai Saleh, dekat makam Bergota.

Beberapa di antara mereka, terlihat membersihkan selokan dan tanaman liar yang tumbuh di talut, di kedua sisi jalan itu. Beberapa anggota Satpol PP Kota Semarang, hari itu juga berlomba menanam bibit penghijauan.

Subsistem

Dalam rangka menanggulangi banjir, Pemkot telah membagi pengelolaan drainase di Kota Semarang dalam tiga sistem dan 21 subsistem. Masing-masing adalah sistem pengendalian banjir wilayah barat, tengah, dan timur.

Sistem pengendalian banjir wilayah barat, meliputi enam subsistem mulai dari Banjirkanal Barat sampai perbatasan Semarang-Kendal. Subsistem tersebut adalah Tugu, Plumbon, Bringin, Silandak, Tawangmas, dan Banjirkanal Barat.

Sistem pengendalian banjir wilayah tengah, meliputi 10 subsistem drainase yang berada di antara Banjirkanal Barat dan Banjirkanal Timur. Yakni, Simpanglima, Tugu Muda, Tanah Mas, Bandarharjo Barat, Bandarharjo Timur, Banger Utara, Banger Selatan, Kota Lama, dan Kali Asin.

Sementara untuk sistem pengendalian banjir sebelah timur, meliputi lima subsistem dari Banjirkanal Timur ke arah timur. Subsistem tersebut meliputi Tenggang, Babon, Sringin, Pedurungan, dan Banjirkanal Timur.

Sukawi mengatakan, Jumat (3/3) lalu, pihaknya telah mengumpulkan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), lurah, Kelompok Interaktif Masyarakat (KIM), Forum Interaktif Masyarakat (FIM), sampai RT dan RW. Mereka diminta membentuk tim yang anggotanya melibatkan pakar dan unsur DPU Kota. Tim tersebut nantinya bertugas menangani saluran dari hulu ke hilir.

Tugas tim melihat kondisi saluran, membuat usulan tentang kondisi seharusnya saluran-saluran tersebut, membuat usulan tentang cara mengatasi masalah, dan menghitung perkiraan biaya.

''Setelah usulan tersebut terkumpul, nantinya akan saya bawa ke Jakarta agar bisa dibantu oleh Pemerintah Pusat. Diperkirakan dana yang dibutuhkan sekitar Rp 3 triliun,'' kata dia.

Ketua DPRD Kota Semarang H Sriyono menyambut baik ajakan Wali Kota. ''Upaya memerangi banjir harus diikuti juga oleh seluruh warga masyarakat,'' kata dia.

Jika Resik-resik Kutha benar-benar dilaksanakan oleh seluruh warga, menurutnya, hal itu akan mengurangi banjir di Kota Semarang. Selain itu, biaya yang harus dikeluarkan Pemkot juga bisa lebih dihemat. ''Kalau semua orang menjaga kebersihan, angka Rp 3 triliun seperti yang disebutkan Wali Kota bisa dikurangi,'' kata dia. (G6-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA