logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 SEMARANG
Line

Pengobatan Gratis HUT Ke-56 SM

Jumlah Pasien Lampaui Target

GENUK - Wali Kota Semarang, H Sukawi Sutarip SH SE, Minggu (5/3), mengajak warga Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, untuk menjaga kesehatan. Salah satu cara yang dicontohkannya adalah melakukan jalan sehat setiap pagi.

Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka pengobatan gratis dalam rangka ulang tahun Ke-56 Suara Merdeka, di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk. ''Upaya menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama berobat saat sakit dan kedua,menjaga kesehatan,'' kata dia.

Salah satu upaya menjaga kesehatan adalah dengan berolahraga, antara lain jalan sehat. Saat dialog dengan Wali Kota, ada warga yang mengatakan sudah berjalan dari rumah ke pasar setiap pagi.

Saat mendengar ungkapan itu, Sukawi terlihat tersenyum. ''Jalan yang merupakan olahraga adalah jalan cepat, bukan jalan santai,'' imbuh dia.

Pada kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Sinto Sukawi Sutarip ST, juga sempat berdialog dengan warga. Istri Wali Kota itu juga mengimbau agar para anggota PKK memberikan penyuluhan kepada warga.

Lampaui Target

Bakti sosial berupa pengobatan gratis tersebut ternyata mendapat sambutan antusias dari warga. Sebelumnya, PKK membagikan 500 kupon kepada warga. Namun, ternyata hingga pukul 12:00, jumlah warga yang berobat sudah mencapai 520 orang. Sebagian warga memang tidak membawa kupon, namun tetap dilayani.

Kegiatan yang bekerja sama dengan PKK Kota Semarang, RS Telogorejo, dan PT Indofood Sukses Makmur, itu mendapat dukungan dari produsen Jamu Nyonya Meneer. Perusahaan tersebut memberikan bantuan berupa ratusan balsem dan minyak telon.

Selain itu, RRDIV Pratama Music Studio dan Mal Ciputra, yang 22 Februari 2006 lalu mengadakan Konser Amal dan Anak 2006, juga memberikan bantuan 500 kantung beras, masing-masing dua kilogram. Beras, minyak telon, balsem, serta produk Indofood dibungkus dan diberikan kepada warga yang berobat.

Lurah Trimulyo, Rakhmat Sudiyono SE, mengatakan, Januari lalu, sekitar 50% wilayah kelurahan seluas 33,24 hektare itu terendam banjir. Ketinggian genangan rata-rata satu meter, namun ada yang sampai satu setengah meter.

Menurutnya, pengobatan gratis tersebut sangat diharapkan warga. Saat ini kelurahan tersebut didiami 3.240 penduduk dan sekitar 75%-nya berasal dari kalangan tidak mampu. ''Mereka rata-rata bekerja sebagai petambak,'' ujar dia. (G6-37h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA