logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 SEMARANG
Line

Putri Kecil Itu pun Mogok Berjalan

LANGKAH kaki kecil gadis cilik di atas panggung itu sedikit tertatih-tatih. Baju menyapu lantai berwarna biru berpadu dengan merah jambu yang dikenakan seolah menjadi penghalang langkahnya. Jari-jari mungilnya menjinjing gaun yang dikenakan untuk mempermudah langkahnya. Meski demikian, senyum manis tetap tersungging di wajah nan ayu itu.

Gadis kecil tersebut merupakan salah seorang peserta Trend Model Look and Make Up 2006 yang diadakan Sabtu (4/3) di Hotel Horison. Acara ini terselenggara berkat kerja sama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tiara Kusuma Provinsi Jawa Tengah dan Charles Modelling.

Puluhan gadis cilik dan remaja menampilkan kebolehan masing-masing berlenggok di atas catwalk. Kilatan lampu kamera seolah tak terhenti mengabadikan aksi mereka. Ternyata tak semua peserta merupakan model yang berpengalaman.

Salah seorang gadis cilik bergaun indah warna putih bak seorang putri dengan nomor peserta 25 tampak melangkah menuju ke panggung. Akan tetapi tak dinyana, sampai di atas panggung langkahnya terhenti. Bujukan sang pembawa acara yang menyuruhnya berjalan tak dia gubris.

Kepalanya yang berhiaskan sanggul nan indah tampak menoleh ke arah orang tuanya berdiri. Setelah beberapa saat terdiam di atas panggung, sang putri kecil justru berlari ke arahnya.

Gunakan Sedotan

Malam itu, para peserta make up contest berlomba-lomba menunjukkan kreativitasnya. Salah seorang peserta menunjukkan kreasinya dengan menggunakan sedotan sebagai hiasan rambut model yang digunakan. Untuk mempermanis tampilan, di ujung sedotan dipasang bulu-bulu ayam berwarna hitam.

Para peserta tidak hanya berasal dari Semarang. Beberapa dari mereka datang dari luar kota, seperti Salatiga dan Kudus. Tema yang mereka bawakan pun beragam.

Seperti halnya Sri Lestari (36), peserta dari Salatiga. Ibu tiga anak ini menampilkan riasan bertema funky dipadu dengan kesan feminim lewat busana. Kesan funky diperlihatkan lewat tata rambut.

''Kali ini saya menampilkan model Louhan,'' ujar dia.

Model tersebut adalah menata rambut dengan gaya sasakan tinggi di bagian depan. Sekilas, sasakan itu terlihat seperti dahi ikan louhan. Tatanan rambut ini sangat serasi dipadukan dengan busana model tali spageti (tali kecil) yang berkesan feminim. Hasil perpaduan tersebut menghasilkan karya yang apik dan elegan.

Jika Sri memilih memadukan tema funky dan feminim, lain lagi dengan Nike (33). Wanita cantik ini memilih riasan wajah yang sedikit menyala.

''Untuk eye shadow, saya memilih warna merah menyala. Sebab, untuk riasan malam memang bagus jika menggunakan warna terang,'' tutur dia.

Riasan terang karya Nike kali ini disesuaikan dengan busana batik dengan nuansa modern. Hasilnya, patut mendapat acungan jempol.

Penampilan elegan dengan keeksotikan batik yang kental menjadikan hasil karyanya mendapat aplaus penonton. (Roosalina-44j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA