| Senin, 06 Maret 2006 | SEMARANG |
Main di Esplanade Concert Hall SingapuraORANG tua mana yang tidak berbangga, punya anak berkemampuan istimewa? Paling tidak, itulah yang dirasakan pasangan Harsono Hadi Purnomo (41) dan Pauline Wonoadi (41), warga Jalan Brumbungan III/5 Semarang. Stephanus Maximillion, putra pertama mereka, yang berusia baru sembilan tahun, oleh International Brain Academy (IBA) Semarang dinilai memiliki kemampuan bermain piano yang spesial. Berbekal kemampuannya itu, siswa kelas IV SD Bernadus Semarang ini terpilih sebagai siswa yang dikirim IBA Semarang ke Esplanade Concert Hall Singapura, bersama murid-murid IBA Jerman, Amerika, Singapura, dan Indonesia, 25 Februari lalu. Sehari kemudian (26/2), anak yang gemar bermain sepak bola itu, juga diminta memamerkan kemampuan pianonya saat konser amal kerja sama IBA Indonesia dengan Seminari Tinggi St Paulus Yogyakarta, di Auditorium Universitas Katolik Admajaya Jakarta. Lagu apa saja yang dimainkan putra kelahiran Semarang ini? Antara lain, "Piano Concerto" dari Hadyn D Mayor, "Mozart F Mayor", dan "Shostakovich No 2". Stephan, panggilan akrab Stephanus Maximillion, mulai belajar piano dengan metode Wei, sejak 13 bulan lalu atau sejak berdirinya IBA Semarang. Menurut ibu Stephan (Pauline), yang kebetulan adalah salah seorang guru musik IBA Semarang, metode Wei memang memungkinkan seorang anak di bawah 15 tahun tidak kesusahan memainkan lagu-lagu sulit. Metode ini kali pertama ditemukan oleh intelektual kelahiran Indonesia, Prof Wei Tsin Fu. Dengan metode tersebut, anak-anak telah memecahkan rekor dengan santai dan ringan, tanpa banyak latihan. "Belajar piano mudah dengan metode Wei, juga dipakai sebagai jembatan untuk mengembangkan fungsi otak. Pembelajaran musik ala metode itu merupakan pengajaran lewat fungsi otak, sehingga dapat mengoptimalisasi kemampuan seseorang di segala bidang," papar Pauline. Di IBA Semarang, menurutnya, ada dua program pendidikan. Yaitu, program siswa biasa dan mahasiswa. Program siswa dibuka bagi semua usia dari anak balita (3,5 tahun) hingga dewasa. Program ini diadakan dengan tujuan melatih fungsi kerja otak agar dapat bekerja efektif, efisien, dan memperkuat daya ingat. Program mahasiswa, dikhususkan bagi siswa yang benar-benar ingin mendalami musik lebih lanjut dan bersedia melanjutkan karirnya di bidang musik. "Kalau seperti Stephan ini, dia sudah masuk kelas mahasiswa," tuturnya. (Yunantyo AS-44s) |