logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 SEMARANG
Line

Diduga Mabuk, Pembatas Jalan Ditabrak

SEMARANG - Seorang pengendara motor, Puryono (21), terkapar pingsan, setelah menabrak pagar besi pembatas jalan di pertigaan Jalan Hanoman, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Semarang Barat, Minggu (5/3). Peristiwa itu diduga karena warga Kloposawit, Juwangi, Boyolali, tersebut mabuk.

Korban mengalami luka parah di bagian kepala, karena saat korban jatuh kepalanya menghantam pagar besi pembatas jalan. Honda GL H-4741-HS, yang dikendarai korban, rusak berat. Motor itu tak bisa dihidupkan.

Kecelakaan tunggal tersebut terjadi pukul 08:30. Menurut keterangan saksi, Kabul (54), saat itu korban mengendarai motor cukup kencang dari arah barat. Hingga pertigaan Jalan Hanoman, korban belok ke kiri. Lantaran tidak memperhatikan kondisi jalan, korban kaget hingga tak menduga motornya menabrak pagar besi yang melintang di pinggir jalan itu.

Padahal, lanjut dia, situasi arus lalu lintas di jalan itu lengang. ''Saya langsung berlari ke arah korban. Saya juga mendengar supir truk berteriak-teriak minta tolong,'' kata dia.

Tabrakan Karambol

Beberapa warga yang mengatahui hal itu segera menghubungi Polres Semarang Barat. Selang beberapa menit kemudian, sejumlah petugas Satlantas Polres Semarang Barat yang tiba di lokasi mengevakuasi korban ke UGD RSUP Dokter Kariadi.

Secara terpisah, kecelakaan karambol melibatkan tiga mobil dan sebuah motor terjadi di Jalan S Parman, Sabtu (4/3) lalu. Akibatnya, tiga mobil dan sebuah motor mengalami kerusakan sangat parah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi petang itu.

Ketiga mobil yang terlibat dalam kecelakaan tersebut Peogeot 206 warna merah M-3110-NX, dikemudikan Agung Hartanto (21), warga Lampersari RT 3 RW 3; Feroza 142-15 milik Akpol, yang dikemudikan Nur Hilal; dan Mitsubishi Kuda H-8999-UW, yang dikemudikan Samino (36), warga Gajahmungkur.

Selain itu, juga sebuah motor Supra X H-5063-DR, yang dikendarai Prast, tinggal di Papandayan.

Menurut sejumlah saksi, peristiwa itu bermula ketika Peugeot warna merah melaju dengan kecepatan tinggi di Jl S Parman. Situasi arus lalu lintas sangat padat dan jalan licin, karena baru saja terguyur hujan.

Pengemudi Peugeot diduga kurang waspada saat mengendara, hingga akhirnya mobil itu menabrak Mitsubishi Kuda. Mitsubishi yang tertabrak melaju tak terkendali hingga berputar arah, sedangkan Peugeot terus melaju hingga menabrak Feroza dan Supra X.

Pengemudi Peugeot, Agung Hartanto, tidak mengakui dia bersalah dalam peristiwa tersebut. Bahkan, dia terlihat adu mulut dengan petugas Satlantas Polwiltabes Semarang, Bripka Basuki.

Salah seorang wanita yang keluar dari mobil, yang masih keluarga Agung, ikut nimbrung dalam perdebatan itu. Bahkan, wanita itu membawa-bawa nama Kasat Reskrim Polwiltabes Semarang, AKBP Wagisan.

Mendengar gertakan tersebut, sopir Feroza, Nur Hilal, tak gentar. Dia mempersilakan pelaku membawa-bawa nama pejabat di Polwiltabes Semarang itu.

Dia tetap meminta kepada pengemudi Peugeot bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. (fzm,G5-37h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA