| Senin, 06 Maret 2006 | SEMARANG |
Masyarakat Sering Tidak Tertib Vaksinasi UnggasSEMARANG- Masyarakat dinilai sering tidak tertib dalam memvaksinasi unggas piaraannya. Pada saat ramai-ramai isu flu burung atau Avian influenza (AI), begitu banyak yang menelepon atau mendatangi tempat praktik dokter hewan untuk meminta vaksinasi. Namun, setelah isu tersebut mereda mereka lebih sering tidak melanjutkan. Penilaian itu dilontarkan dokter hewan Tupon Mardatun, saat ditemui di tempat praktiknya di Jl Kagok, Candisari, Sabtu (4/3). Beberapa hari belakangan, dia mengaku menerima cukup banyak permintaan untuk melakukan vaksinasi di sejumlah tempat. ''Padahal, vaksinasi tidak cukup dilakukan sekali. Mestinya, setelah vaksinasi pertama, enam hingga delapan minggu kemudian harus divaksin lagi untuk menguatkan. Sesudah itu, secara berkala bisa dilakukan enam bulan sekali,'' ungkap Tupon. Dia mengatakan, selain di Dinas Pertanian, praktisi dokter hewan di Semarang juga menyediakan vaksin untuk mengantisipasi merebaknya kasus flu burung. Tak kurang dari 15 dokter hewan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Dokter Hewan Praktik Semarang, menyediakan vaksin untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Selain vaksin jenis H5N1 seperti yang disediakan Dinas Pertanian, sebagian dokter hewan itu juga menggunakan vaksin jenis H5N9. Lebih Efisien Seperti juga H5N1, ujar Tupon, vaksin H5N9 dinilai cukup efektif untuk menangkal serangan virus AI. Selain itu, vaksin H5N9 relatif lebih efisien dengan dosis vaksinasi yang lebih rendah dibandingkan dengan H5N1. ''Dengan H5N1, dosis yang digunakan sekitar 0,5 cc/ekor, sementara H5N9 cukup 0,3 cc/ekor,'' ujar dia. Menurutnya, vaksin H5N9 hingga saat ini belum diedarkan di kawasan Asia dan lebih banyak dikembangkan di Amerika Serikat serta Australia. Ke depan, vaksin itu akan dioptimalisasi untuk mengatasi keganasan flu burung di kawasan Asia. ''Vaksin H5N9 juga bersifat low patogenis, tidak menyebabkan unggas yang divaksin menjadi stres. Sebab, vaksin yang digunakan merupakan jenis vaksin inaktif, yakni virus yang tidak hanya dilemahkan, tetapi telah dilumpuhkan,'' tambahnya, sembari menunjukkan vaksin yang diambilnya dari dalam kulkas. (H9-37s) |