logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 SEMARANG
Line

Pindah, Alternatif Terbaik

SEMARANG- Pemindahan warga Gumpilsari, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik ke wilayah yang tanahnya lebih stabil, merupakan alternatif terbaik. Saat ini memang ada upaya-upaya untuk menghentikan gerakan tanah di wilayah itu, tetapi tingkat ketidakpastian keamanannya tetap tinggi.

Penjelasan tersebut disampaikan ahli geoteknik Undip, Ir Muhrozi MS, Minggu (5/3) terkait dengan rencana pemindahan warga Gumpilsari. Dalam beberapa tahun terakhir ini, wilayah tersebut mengalami pergerakan tanah, mengakibatkan rumah-rumah di wilayah itu roboh.

''Upaya yang dilakukan pengembang untuk mencegah pergerakan tanah dengan memasang sheet pile, secara teknis tentu sudah diperhitungkan,'' kata dia.

Namun, menurutnya, hal itu tidak bisa memberikan jaminan 100% wilayah Gumpilsari aman dari pergerakan tanah. Bisa saja saat ini wilayah itu sudah berhasil diamankan, tetapi belum tentu beberapa puluh tahun yang akan datang kondisinya masih sama.

Tanah dan konstruksi yang dipasang di wilayah itu bisa mengalami pelapukan. Hal itulah yang kemudian bisa menyebabkan pergerakan tanah terjadi lagi.

Tempat Aman

Muhrozi mengatakan, dalam relokasi warga korban longsor Gumpilsari, lahan baru yang digunakan juga harus benar-benar aman.

Upaya paling mudah untuk mengetahui daerah itu aman atau tidak, adalah dengan berpedoman pada peta geologi yang diterbitkan departemen terkait.

Selain itu, Dinas Pertambangan dan Energi Jateng juga sudah menerbitkan peta rawan gerakan tanah.

''Pada peta tersebut, daerah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap pergerakan tanah, ditandai dengan arsiran warna merah,'' ujarnya.

Sementara itu, untuk daerah yang memiliki tingkat kerentanan tanah sedang, diarsir dengan warna kuning, sedangkan daerah aman diarsir dengan warna hijau.

''Permukiman sebaiknya menghindari daerah-daerah merah tersebut,'' kata dia.

Namun, dia mengakui, biasanya harga tanah untuk daerah-daerah semacam itu relatif lebih murah. Jika memang permukiman tersebut didirikan di daerah merah, sebaiknya didahului kajian geologis terlebih dulu.

''Peta yang ada saat ini masih cenderung makro. Untuk mengetahui apakah suatu daerah benar-benar aman atau tidak, harus melalui kajian geologis terlebih dahulu,'' ungkap dia. (G6-44s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA