logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 KEDU & DIY
Line

Para Guru Kurang Terapkan KBK

TEMANGGUNG - Para guru sekolah tingkat dasar dan menengah di Kabupaten Temanggung masih kurang dalam penguasaan ataupun penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) pada proses pembelajaran. Mereka kebanyakan masih menerapkan cara lama serta berorientasi pada kuantitas materi daripada kualitasnya.

''Hasil penilaian tim akreditasi sekolah menunjukkan, para guru belum sepenuhnya melaksanakan KBK sebagaimana yang diharapkan,'' ungkap Ketua Tim Akreditasi Sekolah Kabupaten Temanggung Drs Pranowo ketika melaporkan hasil tersebut kepada Wakil Bupati Irfan di Pendapa Jenar, Sabtu (4/4).

Menurut pendapatnya, KBK menuntut para guru untuk berperan sebagai fasilitator guna merangsang murid-muridnya lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Dengan demikian, guru bukan hanya berperan sebagai pengajar saja melainkan juga mampu memacu murid lebih kreatif termasuk untuk menambah pengetahuan di luar yang diberikan di kelas.

''Karena berbasis kompetensi ini pula, mestinya bukan berorientasi pada target merampungkan materi pelajaran saja tetapi juga kualitas pelajaran yang diterima para murid,'' tandasnya.

Karena itu, sambung dia, para guru perlu diberikan semacam penataran ataupun pendidikan lanjutan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan mengaplikasikan KBK.

Penataran tersebut sebaiknya juga dilakukan secara intensif di tingkat kabupaten, bukan hanya provinsi saja.

Sementara itu hasil penilaian tim akreditasi sekolah pada 2005: 207 sekolah swasta dan negeri di Kabupaten Temanggung lolos akreditasi. Terdiri atas 58 TK, 131 SD, dan 18 SMP. Yang tidak lolos akreditasi hanya delapan TK swasta.

Terdapat sembilan komponen yang dinilai dari tim akreditasi yang beranggotakan 11 orang dari unsur pendidik, tokoh masyarakat, dan LSM tersebut.

Yaitu kurikulum, administrasi manajemen, organisasi kelembagaan, sarana prasarana, ketenagaan, pendanaan, peserta didik, peran serta masyarakat, dan lingkungan budaya sekolah.

Dari kesemua sekolah tersebut, komponen ketenagaan walaupun nilai rata-ratanya di atas 60%, masih lebih rendah dibandingkan dengan komponen-komponen lainnya.

Ketenagaan ini antara lain meliputi kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru, kualifikasi tingkat pendidikan guru, dan kecakapan-kecakapan lain.

Akreditasi untuk menilai kelayakan sebuah sekolah itu dijadwalkan hingga 2007 meliputi semua TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Temanggung.

Sekolah yang tidak lolos akreditasi, pada 2008 tidak bisa menyelenggarakan ujian sendiri dan harus menginduk ke sekolah lain yang lolos. (hsf-39j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA