| Senin, 06 Maret 2006 | KEDU & DIY |
Terpaksa Pasang Alarm Cegah Pencurian CPUMAGELANG - Dinas Pendidikan Kota Magelang membantu sekolah-sekolah negeri yang memiliki laboratorium komputer masing-masing Rp 1,5 juta. Dana itu untuk membantu membeli alarm atau alat pengamanan lainnya guna memberikan peringatan dini jika terjadi pencurian. Plh Kepala Dinas Pendidikan Sumartono mengemukakan, langkah ini diambil setelah beberapa hari lalu SMP Negeri 3 di Pulosari, Kelurahan Kedungsari kehilangan 25 central processing unit (CPU). Pada akhir Januari lalu, dua sekolah mengalami nasib serupa. Yaitu SMA Negeri 2 di Wates Sanggrahan kehilangan 24 CPU menyusul SMP Negeri 12 di Tidar Sawe (22 CPU). Selain alarm, Kepala Dinas Pendidikan mengharuskan ruang komputer di setiap sekolah dipasangi telepon. ''Semua sekolah sudah memiliki telepon, tinggal diparalel. Jika terjadi sesuatu, penjaga sekolah bisa cepat menelepon polisi,'' tuturnya. Di samping itu, penjaga sekolah harus tidur di ruang komputer. Pencurian di SMP Negeri 3 bisa terjadi karena penjaga sekolah tidak tidur di ruangan tersebut. Dia malahan tidur di mushala sehingga pencuri leluasa membuka ventilasi dan terali terus masuk ke dalam ruangan. Menurut pandangannya, tidak tertutup kemungkinan sekolah juga membeli handy talky (HT) untuk memberikan informasi ke polisi ataupun Dinas Pendidikan. Pihaknya akan menempuh semua langkah pengamanan agar pencurian CPU tidak terjadi lagi. ''Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Dinas Pendidikan pada tengah malam hingga dini hari akan ditingkatkan,'' ujarnya. Sementara itu, Kapolresta Magelang AKBP Drs Jhonny Siahaan SH MH mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini. Dia menduga, ada komplotan baru sindikat pencurian CPU. Sebab, komplotan lama yang dipimpin Antok masih mendekam di lembaga pemasyarakatan. Dia minta bantuan masyarakat untuk bersama-sama menangkap tersangka pelakunya. Di samping itu, sebaiknya setiap sekolah juga meningkatkan sistem pengamanannya termasuk menambah petugas keamanan pada malam hari. ''Saya berharap, tersangkanya cepat bisa ditangkap,'' tambahnya. (P60-39j) |