logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 KEDU & DIY
Line

''Mereka Menatap dan Menakutkan..."

KASUS pingsan dan histerisnya puluhan siswa SMA Pangudiluhur Yogyakarta menyisakan trauma pada korban. Sebagian di antara mereka sulit melupakan peristiwa tersebut. Terlebih, karena sebagian korban adalah siswi.

''Waktu itu, tiba-tiba saja badan terasa lemas. Ketika membuka mata yang terlihat banyak orang seperti bayangan serbahitam, besar-besar. Mereka menatap dan menakutkan...'' tutur salah seorang korban.

Gadis manis yang keberatan disebut namanya itu mengungkapkan, saat peristiwa terjadi dia sedang mengikuti pelajaran di kelas. Tiba-tiba dia melihat temannya kejang-kejang lantas pingsan. Melihat temannya, dirinya merasakan kesedihan mendalam seperti dipenuhi perasaan ngelangut.

Dia pun kemudian merasa lemas dan nyaris pingsan. Sebenarnya ada niat untuk berteriak minta tolong namun mulutnya terkunci rapat. Dicobanya membuka mata, yang terlihat hanya sejumlah orang berpakaian serbahitam dengan raut muka mengerikan.

''Antara sadar dan tidak, saya mendengar teman-teman membisikkan doa ke telinga. Niatnya mengikuti doa tapi tak bisa. Mulut susah dibuka, bingung sekali rasanya,'' ujar gadis tersebut.

Seperti diberitakan harian ini Jumat (3/3) lalu, puluhan siswa SMA Pangudiluhur Yogyakarta histeris, pingsan, dan memperlihatkan perilaku aneh. Mereka diduga kesurupan makhluk halus penunggu SMA atau bangunan kuno dekat sekolah. Kejadian itu berlangsung selama dua hari sejak Rabu (1/3) dan bertambah parah pada hari kedua.

Makan Bersama

Sejumlah siswa yang juga tak mau disebutkan namanya membeberkan, pada hari Rabu (1/3) lalu ada sembilan orang pingsan. Para guru, termasuk Kepala SMA Pangudiluhur Herman Yosep FIC menduga, mereka tidak makan pagi sehingga lemas lantas pingsan.

Pada hari Kamis (2/3), sekolah memberikan sarapan gratis terutama kepada siswi yang belum sarapan di rumah. Lantaran tidak dipungut ongkos, siswa pun berbondong-bondong makan bersama. Beberapa saat setelah itu, sejumlah siswi mengalami kejang-kejang, histeris, dan pingsan.

Guru dan murid lain segera memberikan pertolongan. Korban dibawa ke salah satu ruangan. Perilaku korban tampak aneh, bahkan ada siswa yang menendang-nendang seolah-olah mengamuk. Dia berteriak-teriak tapi suaranya terdengar aneh seperti bukan suara dia.

Orang tua murid segera dihubungi dan diminta menjemput anak-anaknya. Suasana menjadi ramai dan kacau. Korban yang sudah sadar segera meninggalkan lokasi sekolah. Tapi ada yang masih histeris dan pingsan lagi ketika sampai di pintu gerbang lantas dibawa masuk kembali.

Pihak sekolah akhirnya memutuskan meliburkan kegiatan belajar-mengajar selama dua hari, Jumat-Sabtu (3-4/3) lalu. Namun masih ada saja siswa datang untuk sekadar menengok sekolahnya.

Menurut penuturan masyarakat sekitar, kawasan di sekitar SMA Pangudiluhur memang terkenal angker. Tidak hanya sekali saja terjadi kasus kesurupan. Mereka mengaitkan pula dengan mengamuknya makhluk halus akibat pembongkaran gedung kuno di dekat sekolah.

Terlepas dari semua cerita di atas, yang terpenting adalah penanganan kondisi kejiwaan siswa pascaperistiwa tersebut. Korban pasti mengalami trauma akibat kejadian yang tidak mereka bayangkan sebelumnya. (Agung PW-39v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA