logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 KEDU & DIY
Line

Kembali ke Agama, Solusi Atasi Narkoba

KEBUMEN - Tidak ada obat mujarab untuk menyembuhkan pecandu narkoba, kecuali niat dirinya sendiri. Namun ada solusi untuk terbebas dari penyalahgunaan narkoba, yaitu kembali ke ajaran agama dan menjadi anak saleh.

Hal itu diungkapkan Kombes dokter Victor Pudjiadi SE dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam ceramah yang dikemas menarik dipandu dengan adegan akrobat, drama, dan pentas musik di aula Setda Kebumen, Sabtu lalu.

Penyuluhan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) itu diikuti 1.000-an pelajar SD hingga SMA, pondok pesantren, dan anggota Polri. Acara dibuka Bupati Dra Hj Rustriningsih MSi serta dihadiri Kepala Badan Narkotika Kabupaten yang juga Wakil Bupati M Nashiruddin AM.

Dokter Victor mengajak generasi muda mengenali beberapa ciri pengguna narkoba. Untuk pengguna psikotropika atau sabu-sabu, antara lain bisa dilihat dari sifat tidak pernah lapar, percaya diri tinggi, dan yang perempuan bisa terjadi gangguan menstruasi serta rahim.

Tawaran untuk menjerat seseorang menjadi pengguna narkoba, antara lain dengan ejekan misalnya menyebut lelaki sasarannya sebagai banci, membohongi, mengancam, memakai tetes mata, memakai lem Acaribon, permen, dan juga alat tulis.

Sifat Malas

Ciri-ciri pengguna narkoba antara lain bisa dikenali dari sifat malas, kurus, cedal, sempoyongan, sering sakit mual, dan tertawa tanpa sebab. Namun ada gejala umum yang mudah dikenali, yaitu ada perubahan perilaku menjadi negatif, kemampuan pikiran dan konsentrasi menurun, serta terjadi perubahan fisik yang semakin kurus dan lemah.

Victor mengakui, seseorang yang terjerat narkoba memang tidak mungkin sembuh. Akan tetapi, tetap ada cara untuk mengatasinya. Jika kita menemukan penderita atau pengguna narkoba overdosis, beri bantuan pernapasan, tekan dada 15 kali, kemudian bawa ke dokter atau rumah sakit.

Menurut keterangan dia, ada berbagai teknik penanggulangan terhadap bahaya narkoba. Antara lain dengan kebijakan represif sebagaimana ditunjukkan Megawati saat menjadi presiden dan Presiden SBY yang menyatakan perang terhadap narkoba dengan perintah agar pelakunya mendapat hukum seberat-beratnya. Di samping itu, juga perlu terapi dan rehabilitasi seperti langkah pencegahan terus-menerus.

Untuk menolak narkoba juga perlu teknik. Dokter Victor memberikan tips, yaitu jadilah anak soleh, pura-pura menjadi pemakai, pura-pura menjadi intel atau polisi, dan pura-pura menjadi jagoan agar ditakuti orang yang menawarkan narkoba. (B3-39j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA