logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 INTERNASIONAL
Line

Lintas Jagat

Lawan Korupsi dengan Diet

BEIJING - Seorang penasihat parlemen China telah mendesak dilakukannya pengekangan berat badan pegawai pemerintah guna membantu memerangi korupsi.

Di negara itu, polisi seringkali mengeluh karena personel polisi tampaknya diberi makan terlalu baik untuk menangkap penjahat. Miu Shouliang, anggota parlemen itu, mengatakan pembatasan berat tubuh pejabat akan menghentikan mereka membelanjakan uang negara untuk minum anggur dan makan malam. Demikian laporan kantor berita Xinhua.

''Tindakan semacam itu juga dapat memberi sumbangan pada penetapan pola kerja dan peningkatan moral mereka,'' kata Miu, seorang pengusaha dari Shenzhen, China selatan. ''Namun, sebagian ahli meragukan dasar ilmiah metode semacam itu,'' demikian diberitakan Xinhua.

Menurut Miu, usulan tersebut mungkin memiliki manfaat lebih banyak dan bukan hanya membatasi dana masyarakat.

Korupsi tingkat rendah di China telah sering terjadi dalam bentuk jamuan makan malam lengkap, yang, tak seperti uang kontan, tak dapat dilacak setelah disantap.

Parlemen China bertemu di Beijing bulan ini, bersama dewan penasehitnya, dan Miu adalah salah seorang anggotanya.(ant-25)

Bush "Kotori'' Kuil

NEW DELHI - Para pemimpin agama Hindu yang merawat kuil tempat penyimpanan abu jenazah pahlawan kemerdekaan India Mohandas Gandhi terpaksa melakukan upacara penyucian setelah kuil itu dikunjungi Presiden AS George W Bush.

Mereka menjelaskan, seremoni penyucian dilakukan bukan karena Bush secara pribadi telah menodai kuil tersebut. Penyebabnya adalah anjing-anjing pelacak yang dikerahkan para pengawal Bush sebelum Presiden AS itu berkunjung ke kuil.

Menurut laporan koran Hindustan Times, Minggu kemarin, kuil tersebut dibersihkan dengan air yang diambil dari Sungai Gangga. Sungai Gangga dianggap suci oleh umat Hindu.

Bush berkunjung ke kuil itu Kamis pagi lalu, di sela-sela lawatannya selama tiga hari di India. Kuil itu dianggap suci. Seluruh pengunjung (termasuk Bush dan istrinya) diharuskan melepaskan sepatu sebelum masuk kuil.

Anjing-anjing pelacak itu didatangkan dari Amerika Serikat. Hewan-hewan itu merupakan bagian dari pasukan pengamanan presiden AS. Para pemuka agama Hindu yakin, anjing-anjing itu telah menodai kesucian kuil.

Para politikus Hindu dan cicit Gandhi, Tushar Gandhi, memprotes tindakan yang membiarkan anjing-anjing memasuki kuil tersebut. Mereka menyebut insiden itu telah mempermalukan India.(rtr-ben)

Referendum soal Pangkalan AS

TOKYO - Warga Kota Iwakuni, Jepang baratdaya, akan memberikan suara 12 Maret mendatang tentang apakah mereka mengizinkan pesawat-pesawat terbang militer Amerika Serikat di wilayahnya atau tidak.

Pejabat setempat kemarin mengatakan, pemungutan suara itu merupakan referendum simbolik menyangkut rencana kontroversi memindahkan pangkalan AS di Jepang.

Menurut rencana, Iwakuni akan menjadi pangkalan 57 pesawat perang AS yang dipindahkan dari Prefektur Kanagawa, dekat Tokyo.

Wali Kota Iwakuni Katsusuke Ihara menyerukan warganya untuk memberikan suara mereka untuk menjamin keabsahan referendum. Ihara pernah menentang rencana itu, namun dia mengambil posisi netral sejak menjadi wali kota.

Jika jumlah pemilih yang memberikan suara kurang dari 50 persen, referendum itu akan dinyatakan tidak sah.

''Mari berikan suara. Ini merupakan kesempatan terakhir untuk memberikan suara Anda kepada pemerintah pusat,'' kata Ihara.

Pemerintah pusat mengatakan, dampak referendum itu bisa menjadi pertanda besar.

''Warga Iwakuni akan malu, jika jumlah pemilih yang memberikan suara di bawah 50 persen. Padahal, seluruh negara ini memperhatikan pemungutan suara itu,'' ujar Ihara.(ant-ben)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA