| Senin, 06 Maret 2006 | INTERNASIONAL |
''Home-schooling'' Makin Digemari di AmerikaCOLUMBIA - Beberapa tahun belakangan ini, makin banyak saja orang tua Amerika Serikat yang tidak memercayai institusi sekolah formal. Mereka memilih untuk mendidik anak-anak mereka di rumah. Di negeri Paman Sam itu, gerakan home-schooling (bersekolah di rumah) terus meningkat tiap tahun. Survei National Center for Education Statistics (NCES) pada 2003 menunjukkan, peningkatannya mencapai 29 persen dari tahun 1999 sampai 2003. Lembaga itu menyatakan, jumlah anak yang mengikuti home-schooling mencapai 1,1 juta orang pada 2003. Home School Legal Defense Association (HSLDA) mengatakan sekitar 1,7 sampai 2,1 juta anak saat ini bersekolah di rumah. Banyak alasan yang menyebabkan orang tua Amerika memilih tidak menyekolahkan anak mereka di institusi formal dan mendidik anak mereka di rumah. Studi NCES memperlihatkan, 31 persen responden menyatakan kekhawatiran mereka mengenai peredaran narkotika, keselamatan anak, atau tekanan teman sebaya di sekolah formal. Kemudian, 30 persen responden beralasan bahwa mereka ingin memberikan pendidikan agama dan moral yang lebih kepada anak. Enam belas persen responden menyatakan, mereka tidak puas dengan standar akademis yang digunakan sekolah formal. Menghilangkan Kegembiraan ''Saya tidak tertarik pada gagasan pendidikan yang dilembagakan. Itu jelas pendekatan pabrik. Satu metode dianggap cocok untuk seluruh anak,'' kata Isabel Lyman, pengarang buku The Homeschooling Revolution, kemarin. Buku Lyman itu menceritakan bagaimana dia memberikan pendidikan kepada anak-anaknya di rumah. ''Sekolah formal merampas dan menghilangkan kegembiraan dalam proses belajar-mengajar. Mereka tidak mempertimbangkan minat, kebutuhan, dan perkembangan anak. Seluruh sistem pendidikan formal itu benar-benar antianak-anak,'' tambahnya. Keluarga Dean adalah salah satu keluarga yang menggunakan pendekatan home-schooling. Dua anak mereka, Elizabeth (1) dan Teddy (8), belajar banyak ilmu pengetahuan di rumah. Guru mereka yang utama adalah kedua orang tua. Saat ditemui Reuters, Elizabeth dan Teddy sedang belajar mengenai ilmuwan Italia Galileo. Dengan bimbingan ibu mereka, Lisa, mereka membahas beberapa fakta mengenai Zaman Pencerahan (Renaissance). Mereka kemudian bergabung dengan tiga anak tetangga yang juga bersekolah di rumah untuk mempelajari topik itu. Sebelum pelajaran dimulai, kelima anak itu memakai kostum Zaman Pencerahan. Proses belajar mengajar jadi menyenangkan. ''Kami tentu lebih gembira dibandingkan anak-anak yang pergi ke sekolah,'' kata Elizabeth. Secara berkala, anak-anak home-schooling ikut kompetisi ejaan yang diselenggarakan di tingkat kota. Di ajang itu, mereka sering membuat kejutan karena lebih unggul dari anak-anak yang bersekolah formal.(rtr-ben-25) |