| Senin, 06 Maret 2006 | INTERNASIONAL |
AS Tolak Kerja Sama Nuklir dengan PakistanISLAMABAD - Presiden Amerika Serikat George W Bush tidak bersedia meneken kerja sama nuklir dengan Pakistan kendati kerja sama serupa sudah diteken dengan India, musuh bebuyutan Pakistan. Bush mengemukakan hal itu kepada Presiden Pakistan Pervez Musharraf saat kunjungan ke Islamabad, Sabtu lalu. Saat memberikan keterangan pers bersama Musharraf, dia mengatakan, ''Saya menjelaskan bahwa Pakistan dan India adalah dua negara berbeda dengan kebutuhan dan sejarahnya masing-masing.'' Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice mengatakan, Pakistan memang berminat untuk bisa menjalin kerja sama seperti antara Amerika dan India. ''Namun, waktunya belum tepat,'' kata Rice. Energi Ethanol Kerja sama nuklir dengan India yang diteken Kamis lalu menandai terobosan penting bagi New Delhi. India sejak lama dianggap oleh dunia sebagai negara paling terbelakang di bidang nuklir. Dengan kerja sama ini, India bisa mengakses teknologi atom AS dan bahan bakar nuklir untuk memenuhi kebutuhan energi. Kesepakatan itu, bagaimana pun, masih harus menunggu persetujuan dari Kongres. Berdasarkan kesepakatan itu, India sepakat untuk memisahkan reaktor nuklir sipil dan reaktor nuklir militer. Negara itu juga bersedia untuk ditinjau oleh tim inspeksi internasional. Selama 30 tahun, Amerika Serikat menggalang upaya menentang teknologi nuklir India karena New Delhi pernah menguji coba dan mengembangkan senjata nuklir. Baik India maupun Pakistan tidak menandatangani Traktat Nonproliferasi Nuklir (NPT - Non-Proliferation Treaty). Pakistan mengamati dengan seksama kesepakatan AS-India tersebut. Rice mengatakan, ''Segala yang kami perbuat di Pakistan tidak berarti harus cocok di India, demikian pula segala yang kami lakukan di India tidak berarti mesti cocok di Pakistan.'' Dia menyarankan pengembangan energi ethanol dan batu bara sebagai sumber energi altrernatif bagi Pakistan. Bush mengatakan, dia tahu kalau kebutuhan energi di Pakistan makin bertambah. Ditanya apakah dia bakal menentang jalur pipa gas alam dari Pakistan ke Iran, Bush tidak mengatakan tida. ''Sengketa kami dengan Iran bukan soal jalur pipa gas. Sengketa kami dengan Iran adalah fakta bahwa mereka ingin mengembangkan senjata nuklir,'' ujarnya.(rtr-gn-25) |