logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 Maret 2006 INTERNASIONAL
Line

Terbelit Skandal Golf

  • PM Korsel Dipaksa Mundur

SEOUL - Pejabat main golf boleh-boleh saja, asalkan tidak abaikan pekerjaan. Perdana Menteri Korea Selatan Lee Hae-chan kemarin mengisyaratkan akan mundur lantaran dia terbelit skandal ''keasyikan main golf''.

Rabu lalu sebenarnya merupakan hari libur nasional untuk memperingati perang Korea melawan penjajahan Jepang pada 1919. Karena itu, Lee memanfaatkannya untuk bermain golf.

Namun pada hari yang sama, para pekerja kereta api melakukan aksi mogok nasional. Sebagai pejabat tinggi negara, Lee dikritik bahwa dia seharusnya bekerja (bukan bermain golf) pada saat genting itu untuk menanggapi aksi mogok pekerja.

Karena kelalaian itu, Lee menuai kritik keras. Terlebih lagi, aksi mogok itu telah menghentikan layanan kereta api di seluruh Korsel. Hampir 80 persen calon penumpang yang telah membeli tiket terpaksa membatalkan perjalanannya.

''Saya meminta maaf karena telah merugikan banyak orang akibat perilaku saya yang sembrono,'' kata Lee melalui juru bicaranya, Lee Kang-jin. ''Mengenai dampak dari tindakan saya itu, saya akan berbicara dengan presiden setelah dia kembali dari kunjungan ke Afrika.''

Lee selama ini dikenal sebagai kawan dekat Presiden Roh. Pernyataan Lee itu diartikan sebagai isyarat bahwa dia berencana mengundurkan diri. Namun kantornya tidak mau menjelaskan lebih lanjut pernyataan tersebut.

Kantor berita Korsel Yonhap melaporkan Lee menyampaikan keinginannya untuk mengundurkan diri saat dia menelepon Roh Sabtu malam lalu. Roh menyetujui untuk membabas masalah itu setelah dia kembali dari Afrika.

Presiden Roh sejak Senin lalu memulai lawatan ke Afrika selama delapan hari. Dia antara lain singgah di Mesir, Nigeria, dan Aljazair.

Kubu oposisi dan media terus melontarkan tuduhan-tuduhan terhadap Lee. Mereka menuding rekan-rekan main golf Lee Rabu lalu meliputi beberapa pengusaha yang dicurigai memberikan dana politik secara ilegal selama pemilihan presiden 2002.

Partai-partai oposisi mengancam akan menggulingkan Lee jika dia tidak mengundurkan diri.

Jabatan perdana menteri di Korsel lebih bersifat seremonial. Kekuasaan negara terkonsentrasi di tangan presiden. Namun sebagai sekutu dekat Roh, Lee dianggap punya pengaruh besar dalam pembuatan kebijakan pemerintahan.(ap-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA