| Senin, 06 Maret 2006 | EKONOMI |
Carrefour Yogya DiresmikanYOGYAKARTA-Untuk mengimbangi perkembangan mal, pasar tradisional harus berkembang secara standardisasi dan berkualitas. Dengan begitu bisa menjadi pasar tradisional yang profesional sesuai perkembangan zaman dan bisa tetap tumbuh. Pengembangan standardisasi dan berkualitas, terutama pada sistem pengelolaan, penataan dan kebersihan, sehingga pengunjung betul-betul merasa nyaman dan aman. ''Kalau pengelolaan bisa terus ditingkatkan, saya pikir keberadaan mal maupun pasar swalayan tidak akan mempengaruhi pasar tradisional,'' kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada peresmian pusat perbelanjaan mewah Carrefour di Plaza Ambarrukmo, Jalan Laksda Adisutjipto, Yogyakarta, Minggu (5/3). Peresmian dihadiri Jean Noel Bironneau, Presiden Direktur PT Carrefour Indodnesia, Drs Ibnu Subianto Akt, Bupati Sleman, Drs HM Idham Samawi, dan Bupati Bantul, Syahbenol. Sri Sultan mengatakan, dengan pengelolaan profesional otomatis pasar tradisional mampu mengimbangi pasar swalayan. ''Tidak perlu mewah dan megah, asal bersih kami yakin pengunjung terasa nyaman berkeliling ke pasar itu.'' Sementara Jean Noel Bironneau mengaku senang bisa menjadi bagian dari warga Yogyakarta. Kota ini memiliki kekayaan sejarah dan potensi besar untuk berkembang menjadi kota yang lebih maju tanpa meninggalkan kebudayaan yang ada. ''Kami berharap semoga kehadiran Carrefour di Yogyakarta, dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah ini,'' katanya. Keberadaan Carrefour di Kota Pelajar ini, tetap mengutamakan pemasok lokal dari daerah Jateng dan DIY untuk pemenuhan produk di gerainya itu. Sebanyak 170 pemasok berasal dari Jateng dan Yogyakarta. Dari jumlah itu, 126 di antaranya katagori usaha kecil dan menengah (UKM). Menurut dia, sejak Carrefour masuk Indonesia tahun 1996 sudah memiliki 21 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, 15 gerai berada di Jabotabek dan 6 di antaranya di Medan, Palembang, Bandung, Surabaya, Makassar dan Yogyakarta. Presiden Direktur PT Carrefour Indonesia juga menyerahkan sumbangan dana Rp 2 miliar untuk kemajuan seni dan budaya di Yogyakarta. (sgt-33) |